|
Nasional
Masih Ada 3.000 Militer Asing di Aceh
Kamis, 24 Pebruari 2005 | 20:10 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: TNI menilai keterlibatan militer asing dalam masa tanggap darurat
di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dinilai baik. "Mereka tidak melanggar
ketentuan yang diitetapkan pemerintah Indonesia. Dan sejauh ini dalam bekerja
selalu bekerjasama dengan pihak TNI," kata Wakil Dansatgas Bantuan Bencana Aceh,
Brigjen TNI Heryadi, di Pendopo Gubernur NAD, Kamis (24/02).
Menurut Heryadi, kini masih ada sekitar 3.000 personel militer asing di Aceh. Mereka
berasal dari 14 negara, seperti Amerika, Australia, Prancis, Spanyol, Jepang,
Singapore, Pakistan, Swiss, Malaysia dan beberapa negara lain.
Menyangkut batas waktu 26 Maret 2005 untuk meninggalkan Aceh bagi militer asing,
Heryadi mengatakan hal tersebut sama-sama telah disepakati.
Juga berkaitan dengan target masa tanggap darurat.
Tetapi menurutnya, batas itu bukanlah target mati bagi keterlibatan militer asing
di Aceh. "Jika pihak asing ingin terlibat lagi dalam masa rehabilitasi, maka akan
disesuaikan dengan tahapan yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Adi Warsidi-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|