Setiap Tahun 15 Ribu Tewas Akibat Narkoba

Rabu, 02 Maret 2005 | 22:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia menyatakan sedikitnya 15 ribu pecandu narkoba meninggal setiap tahunnya. "Ini ancaman serius bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara," kata Irjen M. Arifin Rachim, Wakil Kepala Pelaksana Harian BNN dalam acara peluncuran laporan tahunan Badan Pengawas Narkoba Internasional (INCB) di Jakarta, tadi siang .

Penelitian tahun 2004 itu menunjukkan jumlah pengguna obat-obat terlarang di Indonesia mencapai 1,5 persen dari jumlah penduduk dengan kisaran 2,9 sampai 3,6 juta orang. Dari jumlah itu, 69 persen diantaranya adalah kelompok pemakai secara teratur dan sisanya kelompok pecandu. Kaum pria mendominasi penggunaan obat-obat terlarang ini dibandingkan dengan perempuan.

Menurut Arifin, kasus-kasus penyalagunaan narkoba setiap tahunnya terus meningkat. Rata-rata mencapai 28, 9 persen. Pihak kepolisian, kata dia, telah menetapkan jumlah tersangka dari 4955 orang pada tahun 2000 menjadi 11.315 orang pada 2004.

Dalam kurun waktu 2000-2004, setidaknya telah berhasil disita 127,7 ton ganja, 3,9 kilogram heroin, 244,7 gr morfin dan 84,7 kilogram kokain. "Biaya kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 23,6 triliun," kata dia.

Sementara INCB dalam laporannya menyebutkan adanya perdagangan obat-obat terlarang melalui jaringan internet. Lembaga itu meminta agar pemerintah menutup situs-situs pabrik obat yang tidak mempunyai izin. "Berjuta-juta dosis obat dijual secara gelap," kata Abdullah Saleh Mbamba, Direktur Pusat Informasi PBB.

Penjualan melalui jaringan maya ini, menurutya, membuat setiap negara harus bekerjasama dengan berbagi informasi mengenai jaringan pemasok dan pemakai narkoba. Melalui strategi ini diharapkan, penjualan dan penggunaan obat-obat ilegal itu, kata Mbamba, bisa dikurangi.

Edy Can

TOPIK






Komentar Anda

Kirim