Amien Rais Akan Pimpin MPP PAN

Senin, 07 Maret 2005 | 03:38 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Meski telah menyatakan ketidaksediaannya menjadi Ketua Umum PAN, tetapi Amien Rais dipastikan masih akan tetap sebagai figur sentral partai. Keinginan para kader PAN akan mendudukkan Amien Rais sebagai penasihat partai akan membuat lembaga Majelis Pertimbangan Partai (MPP) yang selama ini semacam lembaga simbolis akan meningkat perannya. Apalagi bila peserta konggres di Semarang nanti menyetujui diberikannya hak prerogratif kepada MPP.

Saat ini, menurut Ketua PAN Solo, Umar Hasyim, muncul wacana agar MPP yang nantinya diisi oleh Amien Rais diberi kewenangan yang lebih luas. "Tidak
seperti sekarang yang kesannya hanya untuk jabatan
formalitas dan seperti simbol saja. Memang untuk
memperkuat MPP harus mengubah AD/ART, agar lembaga itu
kuat bukan karena orang-orangnya tetapi karena
aturannya seperti itu,"ujar Umar.

Menurut Umar, karena sifatnya hanya nasehat seringkali
apa yang disampaikan oleh MPP selama ini tidak terlalu
mewarnai keputusan-keputusan partai. Padahal, lembaga
itu seharusnya mampu menjadi penyeimbang pengurus DPP
agar dalam menjalankan partai tetap dalam kontrol.
Bahkan terhadap keputusan-keputusan yang strategis, ke
depan MPP menjadi tempat untuk konsultasi. "Dan bila
sifatnya sangat darurat, MPP dapat pula menjatuhkan
veto karena lembaga ini secara organisasional diberi hak preogratif. Wacana yang berkembang di sejumlah daerah,"katanya.

Agar MPP tidak didominasi oleh ketokohan Amien Rais,
Umar mengusulkan sejumlah tokoh senior PAN seperti
Abdillah Toha, Marwoto, Suwarno dan AM. Fatwa
masuk ke dalam loembaga itu. Diharapkan lembaga MPP
tidak akan seperti Dewan Penasehat di Golkar semasa Soeharto berkuasa. "Kalau tidak diimbangi, pak Amien akan menjadi figur sentral lagi, padahal beliau sudah berulang kali meminta agar PAN sebagai partai yang modern tidak boleh tergantung pada seseorang,"kata Umar.

Meski belum menjadi keputusan resmi utusan konggres, beberapa PAN di Jawa Tengah, seperti Solo, Tegal, Cilacap dan daerah-daerah lain memiliki kesamaan ide untuk meningkatkan peran PAN. Gagasan tersebut, menurut Umar merupakan respon atas sikap Amien Rais yang menolak untuk memimpin kembali PAN untuk kedua kalinya. "Jujur memang PAN belum bisa ditinggalkan oleh pak Amien, karena itu kalau MPP masih seperti sekarang ini, konstribusi dari beliau sulit diwujudkan,"ujarnya.

Imron Rosyid






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: