Besok, Limbah Beracun Singapura Selesai Dikembalikan
Senin, 07 Maret 2005 | 14:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menjanjikan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) asal Singapura akan selesai dikembalikan (reekspor) Selasa (8/3) sore. Saat ini, sudah 35 persen limbah diangkut tongkang di Batam. Dia akan terbang ke Batam besok untuk memastikan selesainya pengembalian itu.
"Ini jadi prioritas utama kami," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi Lingkungan Hiduo DPR, Senin (7/3) siang. Menurutnya, tindakan ini dilakukan untuk mencegah dampak limbah tersebut terhadap masyarakat sekitar. Pasalnya, sebagian kemasan limbah sudah rusak dan dikhawatirkan akan terserap air dan tanah.
Kendati demikian, Indonesia akan terus menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus ini, karena pengiriman yang berbahaya itu. "Proses hukum akan jalan terus," ujarnya.
Rachmat mengaku telah menempatkan empat orang staf untuk mengawasi langsung jalannya pengembalian limbah beracun itu. Pihaknya juga akan menempatkan staf di tongkang yang mengangkut limbah, sampai tiba di Singapura. "Agar tidak dibuang di perairan Indonesia lagi," katanya.
Pemeberintah akan membebankan seluruh biaya pengembalian kepada PT Asia Pasific Eco Lestari (APEL). Perusahaan inilah yang mengekspor limbah beracun dari Singapura.
Rinaldi Dorasman





