50 Persen Dana Aceh Untuk Infrastruktur
Rabu, 16 Maret 2005 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah berencana mengalokasikan sekitar 50 persen dana kebutuhan untuk program
rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa dan tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani mengatakan, total kebutuhan
untuk proses ini mencapai sekitar Rp 45 triliun untuk lima tahun. "Ini karena tingkat
kerusakan di provinsi itu tinggi," kata Sri kepada pers di kantor Kepresidenan, Rabu (16/3).
Sri melanjutkan, sektor infrastruktur meliputi pembangunan jalan, jaringan listrik,
telekomunikasi, air bersih, irigasi, dan pelabuhan laut dan udara. Selanjutnya, kata dia,
fokus alokasi dana kedua adalah pendidikan dan kesehatan yang dialokasikan sekitar Rp 9
triliun dengan jangka waktu yang sama.
Menurutnya, penyelesaian master plan (rencana induk) rehabilitasi Aceh direncanakan rampung
sesuai tenggat pada 26 Maret. Untuk itu, pemerintah segera merampungkan pembuatannya. Pekan
depan, lanjut dia, pemerintah akan membahas hal ini dalam rapat kabinet. "Kami masih cari
waktunya," katanya.
Salah satu fokus utama pembahasan rencana induk, lanjut Sri, adalah faktor keamanan dalam
relokasi penduduk yang kawasan tempat tinggalnya terkena hempasan ombak tsunami. Menurutnya,
pemerintah mempertimbangkan relokasi penduduk dengan aspirasi masyarakat yang hendak tetap
tinggal. Mengenai jumlahnya, ia mengaku belum dapat dipastikan.
Pemerintah merencanakan membangun pengaman di kawasan dekat pantai untuk masyarakat yang
ingin tetap tinggal di sana. Salah satu konsepnya adalah pengadaan bukit pelindung
(escape hill).
Ditanya mengenai acara ASEAN Tsunami Trust Fund yang akan di gelar di Manila, Filipina pada
18 Maret nanti, ia mengatakan pemerintah akan mengirimkan utusan.
Budi Riza-Tempo





