Machfud Ajak Alwi dan Syaifullah Duduk Bersama

Kamis, 17 Maret 2005 | 03:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua DPP PKB Machfud MD mengaku risau mendengar rencana gugatan yang akan
dilakukan Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf terhadap DPP PKB. Saat dihubungi Tempo, Rabu
(16/3) malam, dia menjelaskan hal itu akan mengganggu suasana kondusif menjelang muktamar.
"Urusan di pengadilan akibat gugatan itu memiliki political cost yang mahal," ujarnya.
Machfud menganggap adanya persaingan di dalam tubuh partai politik itu wajar, tetapi dia
mengharap semuanya itu bermuara dengan tertib di muktamar.

Gugatan itu terkait dengan keputusan DPP yang menonaktifkan Alwi dari kursi ketua umum dan
mereposisi Saifullah dari sekretaris jenderal. Rencana gugatan yang disampaikan dua hari
lalu itu dilakukan setelah pertemuan Alwi dan Saifullah dengan 15 kiai sepuh di Pondok
Pesantren Langitan di Tuban. Tampak hadir dalam pertemuan itu Kiai Abdullah Faqih, Kiai
Subadar dari Pasuruan dan Kiai Muhaimin Gunardo dari Jawa Tengah.

Menurut Machfud, gugatan itu secara teknis organisatoris tidak ada gunanya. Seperti diatur
undang-undang, jelasnya, vonis pengadilan akan dijatuhkan dalam kurun waktu tiga bulan.
Sedangkan muktamar yang juga akan menentukan soal itu tinggal menunggu waktu sebulan lagi.
Artinya vonis akan jatuh sesudah muktamar, dengan demikian tidak berguna bagi pihak Alwi
maupun DPP PKB.

Sebab itu Machfud mengajak Alwi Shihab dan Syaifullah Yusuf sebagai kader yang baik untuk
duduk bersama dengan kiai-kiai menyelesaikan masalah ini. Menurutnya masalah ini hanya
karena miskomunikasi dan misinformasi. Dengan demikian seakan-akan ada tindakan sepihak
oleh DPP. Dengan duduk bersama, harap Machfud, akan diperoleh solusi sesuai kesepakatan
berdasar pengertian dan toleransi.

Dijelaskan Machfud, Gus Dur belum menanggapi secara langsung soal ini. Namun, jelasnya,
Gus Dur sudah meminta DPP agar memeriksa proses pemberhentian tersebut. Dia mengaku
dari berkas dan kliping di media massa ada pernyataan Alwi Shihab yang mengaku siap
meninggalkan partai. Perihal rencana utusan kiai Langitan yang akan menemui Gus Dur,
Machfud mengaku belum mendengar. Namun dia mengatakan memang biasanya para kiai akan
mengirimkan hasil pertemuan.


Harun-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: