Harga Minyak di Jambi Rp 2.500/liter

Kamis, 17 Maret 2005 | 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, gagal mengendalikan harga. Sejak dua minggu terakhir warga Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi, menjerit akibat harga minyak tanah di tingkat pengecer sangat tinggi bahkan melebihi harga bensin, yakni mencapai Rp2.500 per liter.

Tingginya harga jual tersebut, antara lain sebagai
akibat dari adanya tindakan para pemilik pangkalan
minyak tanah di daerah ini yang menjual ke tingkat
pengecer melebihi ketentuan harga eceran tertinggi
(HET), hanya Rp1.045 per liter. "Dalam jangka waktu dua minggu ini saya membeli minyak tanah seharga Rp2.500 per liter. Saya tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi, biasanya paling tinggi hanya Rp1.500 per liter,"kata Aminah, 35 tahun, salah seorang ibu rumah tangga, di Bangko, Jambi.

Ibu-ibu terpaksa membeli dengan harga tersebut karena
merupakan kebutuhan pokok. Beberapa pengecer mengakui, pihaknya menjual harga itu untuk mencari keuntungan, mengingat mereka mengambil dengan pihak pangkalan harganya juga cukup tinggi, belum ditambah dengan ongkos angkut.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten
Merangin, sudah memantau secara langsung atas adanya
keluhan warga. "Pihak Kami sudah melakukan pemantauan langsung di lapangan, memang beberapa pemilik pangkalan minyak tanah di daerah ini menjual kepada pengecer di atas ketentuan, Rp1.200 hingga Rp1.300 perliter,"katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut pihak pemerintah
daerah setempat telah memanggil sedikitnya enam
pemilik pangkalan minyak tanah di daerahnya untuk
diberi teguran. "Jika masih tetap saja melanggar aturan
akan diberi sanksi pencabutan izin usahanya," ujar
Wuryanto.

Tidak hanya batas disitu, pemda setempat juga telah membentuk tim khusus untuk memantau setiap saat
penjualan minyak tanah di daerah ini. Menurut Wuryanto, stok minyak tanah yang disediakan pihak pertamina bagi masyarakat Kabupaten Merangin, sudah cukup.

Syaipul Bakhori






Komentar Anda

Kirim