Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Komandan Brimob Akui Anggotanya Pemicu Bentrokan di Nabire
Jum'at, 18 Maret 2005 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komandan Korps Brigade Mobil Markas Besar Polri Inspektur Jenderal S.Y. Wenas mengakui pemicu bentrokan antara prajurit TNI dengan anggotanya di Nabire, Papua, berawal dari ulah anak buahnya.

Oleh sebab itu, ia sudah menarik pulang sekitar 30 orang anggota Brimob yang terlibat dalam bentrokan. Bentrokan terjadi pada Selasa (15/3). Mereka yang ditarik antara lain komandan pleton, komandan kompi, dan pengawas Komisaris Iriyanto.

"Para komandan ini diganti karena tidak mampu mengawasi anak buahnya yang membikin malu korps," kata Wenas yang dihubungi melalui telepon, Jumat (18/3) sore.

Bentrokan itu, menurutnya, sangat memalukan. Sebanyak 30 orang yang ditarik pulang ini akan mempertanggung jawabkan ulahnya dihadapan sidang disiplin korps. "Paling tidak (mereka) disel," ujarnya. Sedang bagi para komandan, hukuman yang akan dijatuhan berupa teguran.

Wenas menjelaskan, peristiwa bermula dari antrean panjang pembelian bahan bakar minyak di salah satu pompa bensin. Seorang anggota Brimob tiba-tiba menerobos ke bagian depan.

Tindakan ini memicu kemarahan warga lain yang mengantre.
Salah satunya Ratu Andi Syamsul, prajurit Batalyon Infanteri 753. Anda lantas menegur, langsung dibalas dengan jawaban sekenanya. Cek cok mulut pun tak terelakkan

Wenas meminta kejadian bentrokan tidak menyisakan dendam dan saling mengancam akan balas dendam. "Anggota kami memang pemicunya, tapi pihak TNI menyerang anggota pos polisi dan memukulinya. Ini (persoalannya) sudah lain," katanya.

Istiqomatul Hayati-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kelompok mahasiswa setelah terjadi bentrokan dengan polisi saat protes di depan Universitas Persada Indonesia/ UPI, Salemba, Jakarta, 19 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/253/2001; 20010518]. POLISI ANTI HURU HARA/ BRIMOB YANG BERTUGAS MENGAMANKAN SIDANG ISTIMEWA/ SI MPR 98. [ROBIN ONG; 25D/258/98; 981205].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pertemuan Presiden-Ketua Fraksi DPR Batal
Polda Metro Tahan Truk Tangki Minyak Tanpa Surat
Pertamina Perketat Pengawasan Peredaran Minyak Tanah
PDIP Akan Hukum Anggotanya yang Setuju Kenaikan BBM
Sidang Paripurna DPR Tidak Hasilkan Keputusan
5 Anggota DPR Ajukan Judicial Review Kenaikan BBM
Wakil Ketua DPR: Ada Peluang SBY Kena Impeachment
Aksi Mogok Makan Menentang Kenaikan BBM
Jarpuk Surakarta Keluhkan Kenaikan BBM
Organda DKI Ajukan Kenaikan Tarif Senin Depan
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan
Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data