Garuda Buka Desk Munir
Senin, 21 Maret 2005 | 18:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar menjanjikan manajemen baru perusahaannya akan kooperatif dengan tim penyidi polri dan Tim Pencari Fakta (TPF). Emir menjanjikan, perusahaan yang baru sehari dipimpinnya itu akan mengikuti ketentuan hukum demi terungkapnya kasus pembunuhan aktifis Hak Asasi Manusia Munir. "Kalau dulu tidak kooperatif, kami akan kooperatif sekarang ini,"kata dia ketika menerima perwakilan Komite Aksi Pembela Kasus Munir di Jakarta, Senin (21/3).
Selain itu, Emir bersedia membuka Desk Munir yang menunjuk Kepala Komunikasi Garuda Pujobroto sebagai petugas penghubung guna memudahkan komunikasi dan akses data TPF dan polisi dengan pihak Garuda. Diakuinya, kasus kematian Munir yang diracun di dalam pesawat Garuda pada 6 September lalu itu tidak membantu peningkatan kinerja Garuda. Sebab itu, pihak manajemen memandang ikut bertanggung jawab menuntaskan kasus ini dan akan mengambil tindakan setelah posisi hukumnya jelas.
Menurut Emir, sikap kooperatif ini juga mengandung makna bersedia melakukan reka ulang peristiwa terbunuhnya Munir itu yang melibatkan awak kabinnya. Sebab sebelumnya, TPF menilai Garuda tidak kooperatif denan menunda pelaksanaan prarekonstruksi ketika pilot senior Garuda Pollycarpus belum menjadi tersangka.
Direktur Operasi Garuda Kapten Ari Sapari menyatakan pihaknya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan reka ulang. "Cuma penjadwalan waktu bagi awak pesawat. Percayalah dengan niat baik kami,"katanya.
Kesanggupan pihak Garuda ini untuk menjawab tuntutan Komite Aksi Pembela Munir. Wakil Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra Zein meminta tiga hal dalam proses yudisial pengungkapan kasus Munir. "Agar siapapun di level pengambil keputusan bisa dihubungi 24 jam untuk melihat apakah ada berita bagus dari Garuda untuk mengungkap siapapun,"kata Patra.
Garuda berinisiatif melakukan investigasi ke dalam perusahaan dan mempertanyakan kemungkinan Emir memiliki otoritas memeriksa mantan Direktur Utama Indra Setiawan.
Kepala Operasional Komite Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Edwin Partogi menyambut postif perombakan manajemen Garuda. Adanya manajemen baru Garuda ini diharapkan bisa membangun citra postif perusahaan itu dengan melakukan investigasi membantu kerja TPF dan polisi.
Istri almarhum, Suciwati mengatakan sangat berkepentingan untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam manajemen Garuda. Dia mempertanyakan bagaimana seorang anak buah bisa terlibat kasus pembunuhan konspiratif ini? Atas janji direksi baru Garuda ini, Suci berharap bisa dibuktikan dan tidak lagi berusaha menutup-nutupi. Dia akan minta TPF untuk segera mengajukan reka ulang menindaklanjutkan janji Kapten Ari Sapari.
Salah satu anggota TPF Munarman menyambut baik janji direksi baru Garuda. Seharusnya, respon ini diberikan sejak kematian Munir yang terjadi di dalam pesawat Garuda. Sikap ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral, manajerial, dan legal. Namun, dia agak menyayangkan komitmen ini datang terlambat setelah perombakan direksi perusahaan. "Ini menunjukkan manajemen lama terutama dirut lama mengindikasikan sesuatu yang disembunyikan,"kata dia ketika dihubungi Tempo Senin (21/3) sore.
Menurut Munarman, Garuda sebaiknya segera melaksanakan rekomendasi TPF. Yakni membuka akses kepada TPF, penyidik, dan keluarga atas dokumen yang berkaitan pada saat penerbangan Munir dan dokumen pendukung lainnya serta melakukan investigasi internal Garuda. Dia berharap janji Garuda ini bisa direalisasikan.
Istiqomatul Hayati





