Presiden: Pornografi dan Pornoaksi Sudah Tak Bisa Ditoleransi

Senin, 28 Maret 2005 | 13:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah segera melakukan usaha maksimal untuk menangani maraknya pornografi dan pornoaksi. "Ini sudah tidak bisa ditoleransi. Segera lakukan upaya-upaya maksimal," kata Presiden seperti diungkapkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dalam jumpa pers di kantor Presiden, Senin (28/3).

Pernyataan ini disampaikan Presiden saat menerima Adhyaksa dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono. Kedua menteri itu menemui Presiden untuk mendapatkan ketegasan komitmen Presiden atas masalah yang dinilai sangat merusak moral bangsa ini.

Sebagai tindak lanjut dari adanya sikap Presiden ini, pihaknya segera menggelar rapat teknis untuk menginventarisasi masalah berdasarkan data-data yang dimiliki dua kementerian. Rencananya, akan ada tim khusus yang menangani soal ini. Menurut rencana, kata Adhyaksa, kedua kementerian ini akan menandatangani nota kesepahaman(MoU) pertengahan Maret 2005 ini.

Untuk melakukan Gerakan Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Pornografi dan Pornoaksi ini, pihaknya juga akan melibatkan instansi lain, seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi dan kepolisian. Sebab, penangan terhadap masalah ini harus menyeluruh.

Kepada Presiden, Adhyaksa juga memberi contoh adanya siswa kelas III sebuah sekolah dasar yang melakukan masturbasi bersama. Itu akibat mudahnya VCD porno beredar sampai ke tangan mereka. Mendengar pemaparann ini, Presiden tampak tidak senang dan meminta agar itu ditangani segera. "Kerusakan fisik bisa diperbaiki dalam waktu cepat, tapi kerusakan moral menyebabkan satu generasi hilang," kata Presiden, seperti disampaikan Meutia Hatta.

Abdul Manan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: