BIN Segera Ketemu TPF Munir
Senin, 28 Maret 2005 | 19:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), Syamsir Siregar meminta pertemuannya dengan Tim Pencari Fakta (TIF) kasus Munir dipercepat. Alasannya supaya isu mengenai keterlibatan BIN atas kematian pejuang asasi Munir tidak berkembang macam-macam.
Kepada wartawan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/3), Syamsir meminta pertemuan dilakukan minggu ini. BIN sudah siap bertemu TPF. "Kami ingin minggu ini, cuma penyesuaian harinya belum pas, kami bisa, sananya (TPF) tidak bisa,"katanya.
Mengenai dugaan keterlibatan BIN, Syamsir meminta pihak-pihak terkait tidak menduga-duga, melainkan memberikan bukti keterlibatan BIN atas meninggalnya Munir. Syamsir membantah BIN diminta memberi klarifikasi atas tuduhan itu. "Ah, gak ada permintaan itu, siapa yang minta itu? DPR juga gak ada,"ujarnya.
Menurut Syamsir, TPF belum memberikan bukti keterlibatan BIN. Syamsir marah kepada wartawan saat ditanyakan apakah BIN bersedia membersihkan namanya terhadap tuduhan pembunuhan Munir. "Kok, membersihkan, memang kami kotor,"ujarnya dengan suara tinggi, lalu segera masuk ke mobilnya.
Dalam penyelidikan TPF menemukan dua petinggi BIN, dimasa lalu terlibat dalam pembunuhan aktifis hak asasi manusia Munir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga sudah memberi "lampu hijau" bagi TPF untuk memeriksa orang-orang BIN yang diduga terlibat kasus pembunuhan itu.
Sunariah





