Warga di Semenanjung Malaysia Ikut Panik

Selasa, 29 Maret 2005 | 13:04 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:

Getaran akibat gempa bumi berkekuatan 8.7 pada skala Richter yang mengguncangkan Pulau Sumatra pada Senin malam (28/3) terasa kuat hingga ke kota Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak hanya Malaysia, getaran juga membuat bumi bergoyang hingga kawasan pantai Sri Lanka, selatan India, Singapura, dan pantai selatan Thailand.

Saat gempa terjadi pukul 23.09 WIB, warga kota Kuala Lumpur yang menghuni rumah susun buru-buru turun ke luar rumah. Kepanikan kecil terjadi di sana-sini. Di Melaka, sekitar 300 pasien dan pegawai Pusat Perobatan Melaka diminta berkumpul di pintu masuk unit gawat darurat setelah mendapat penjelasan mengenai apa yang terjadi dari petugas setempat.

Menyusul gempa kuat itu, Badan Kaji Cuaca Malaysia kemarin memberi peringatan kepada penduduk yang tinggal di kawasan pantai dan rawan terkena gelombang tsunami. Di kawasan pantai di Pulau Pinang, Perak, Kedah, Perlis dan Pulau Langkawi, misalnya, warga setempat diminta bergerak ke kawasan yang lebih tinggi. ``Gempa bumi ini berpotensi untuk menghasilkan tsunami yang boleh memusnahkan,” demikian pengumuman yang dikeluarkan.

Selasa pagi, media Malaysia dipenuhi berita tentang gempa tersebut. Harian Utusan Malaysia yang menurunkan berita gempa sebagai berita utama menggambarkan suasana hiruk pikuk penduduk di beberapa daerah di Semenanjung Malaysia. Di kawasan ini, banyak penduduk yang tinggal di bangunan-bangunan tinggi, seperti di kawasan Pulau Pinang, Perak, Selangor, Kuala Lumpur dan Lembah Kelang, Melaka serta Johor.

Warga telah diperbolehkan masuk ke rumah masing-masing pada pukul 02:00 pagi setelah petugas dari Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamat memastikan gedung tersebut aman untuk dimasuki.

T.H. Salengke, Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: