Mega Sudah Susun Kepengurusan PDIP
Kamis, 31 Maret 2005 | 13:40 WIB
TEMPO Interaktif, Sanur: Setelah ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus formatur tunggal dalam sidang paripurna Kamis (31/3), Megawati Soekarnoputri langsung menyusun kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Megawati hanya memiliki waktu beberapa jam, karena pada pukul 19.00 WITA, susunan kepengurusan tersebut sudah diumumkan di depan sidang paripurna.
Orang dekat Megawati membisikan, draf kepengurusan sebenarnya sudah beberapa lama ini dirancang, tapi hingga kini belum final. Dalam rancangan Mega, jumlah pengurus DPN tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, yakni kurang dari 20 orang. Selain sekretaris jendral, kepengurusan DPN akan terdiri dari jajaran ketua bidang yang akan membawahi sejumlah departemen. Jumlah wakil sekjen juga disesuaikan dengan jumlah ketua. Selain itu ada bendahara dan wakil bendara.
Kepengurusan DPN PDIP 2005-2010 kemungkinan besar
merupakan gabungan orang lama dan wajah baru. The
gang of three hanya menyisakan Pramono Anung di
jajaran DPN, yang diplot sebagai sekjen atau paling
tidak wakil sekjen. Sementara itu, Gunawan Wirosarodjo dan Sutjipto kemungkinan masuk ke Majelis Pertimbangan Partai (MPP).
Wajah baru yang masuk menjadi di DPN diantaranya adalah bekas Ketua PRD, Budiman Sudjatmiko yang menduduki jabatan wakil sekretaris jendral. Selain itu, Puan Maharani dikabarkan masuk menjadi salah satu wakil bendahara. "Roy BB Janis dan Noviantika Nasution juga
disingkirkan," kata sumber tersebut.
Tjahjo Kumolo yang sebelumnya menjadi kandidat kuat
sekretaris jendral juga masuk sebagai salah satu ketua. Tjahjo yang dihubungi mengaku tidak mengetahui karena penyusunan kepengurusan dilakukan langsung oleh Megawati. Dia mengatakan siap untuk menjadi salah satu pengurus. "Saya itu kader TNI alias taat, nurut instruksi dari partai," kata dia.
Sementara itu, Kwik Kian Gie menyatakan akan menolak
dijadikan pengurus apabila masih ada the gang of
three. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk
konsistensi terhadap gerakan pemurnian partai. Kwik
bahkan mengatakan masa depan PDI Perjuangan akan
semakin terpuruk apabila Pramono Anung benar-benar
dipilih menjadi sekretaris jendral. "Meski saya tidak
akan meninggalkan PDIP, tetapi saya tidak akan aktif
lagi.
Imron Rosyid/Kukuh SW





