Gempa Susulan Kembali Terjadi di Lhokseumawe
Kamis, 31 Maret 2005 | 16:14 WIB
TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Gempa susulan berkekuatan rendah kembali dirasakan warga Kota Lhokseumawe
sekitar pukul 23.35 WIB, Rabu (30/3) malam, Namun gempa itu tidak membuat warga panik dan
lari menyelamatkan diri, hanya keluar rumah.
Nur 28 tahun warga Kuta Blang Kota Lhokseumawe kepada Tempo mengatakan, saat itu ia sedang
menonton tayangan televisi, tiba-tiba gantungan lampu rumahnya bergoyang-goyang, dan ketika
itu pula beranjak bangun dan membangunkan sejumlah anak anak di rumahnya yang sudah terlelap
tidur.
"Saya lihat pertama gantungan lampu rumah bergoyang, kemudian saya coba merasakan ternyata
ada getaran dan goyangan lain, saya membangunkan anak-anak di rumah yang sudah tertidur
langsung lari keluar rumah," ujarnya.
Menurut Nur dirinya keluar rumah untuk menyelamatkan diri bersama anak-anak jika terjadi
gempa susulan yang lebih dasyat lagi dan bersiap-siap pindah ke tempat daratan tinggi.
Namun setelah lima menit berada di luar rumah, ternyata gempa tidak terasa lagi sehingga
memberanikan diri kembali masuk ke dalam rumah dan menonton tayangan di televisi, sementara
anak-anaknya langsung masuk kamar tidur.
Warga Pusong Lhokseumawe, yang saat itu berada sekitar seratus meter dari bibir pantai dan
asyik duduk di warung kopi atau di pos roda, seketika keluar ruang untuk melihat ke arah
laut.
Muctar warga Pusong Lhokseumawe kepada Tempo menuturkan, gempa susulan itu tidak membuat
warga desanya panik jika dibandingkan gempa berkekuatan 8,2 berskala Richter yang terjadi,
Selasa (28/3) lalu. Walaupun demikian, tambahnya warga juga berhamburan keluar rumah untuk
mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.
Imran MA-Tempo





