|
Nasional
Gempa Berikutnya di Mentawai
Jum'at, 01 April 2005 | 16:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperingatkan kemungkinan terjadi gempa besar susulan pasca Nias, 28 Maret 2005 lalu. Salah satu yang berpotensi adalah dekat kawasan Mentawai, pantai barat Sumatera. "Mungkin besok, mungkin minggu depan, atau puluhan tahun lagi,"kata Kepala BMG Dr. Gunawan Ibrahim kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (1/4).
Menurut Gunawan, waktu terjadinya gempa itu memang sulit diprediksi secara pasti. Khusus untuk lokasi dekat Mentawai, kalau pun terjadi, kemungkinan masih puluhan tahun lagi. "Gempa berulang biasanya terjadi dalam siklus 200 tahun,"kata dia. Gempa terakhir di daerah tersebut tahun 1833. Dari sekarang, peristiwa itu sudah berlalu lebih 170 tahun lalu.
Dalam jumpa pers bersama Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Menteri Dalam Negeri M. Maruf, Gunawan juga menyatakan, saat ini pihaknya hanya memiliki 31 alat pantau yang berada di daerah rawan gempa di sepanjang pantai barat Sumatera, terus ke selatan di laut selatan Jawa, Bali, Nusa tenggara, Ambon, Sulawesi dan Papua. Daerah itu memang masuk dalam titik-titik rawan gempa. Daerah yang relatif aman dari gempa adalah pantai timur Sumatera, Bangka Belitung dan Kalimantan.
Dengan alat yang ada sekarang, BMG baru bisa mengolah data gempa sekitar 30 sampai 60 menit dari kejadian. Jika pihaknya bisa menambah sampai 160 alat pantau, pihaknya berharap bisa mendapatkan lokasi gempa serta besarnya sekitar 5 menit dari kejadian. Perbandingannya, saat ini Jepang bisa mengolah data sekitar 2 sampai 3 menit dari kejadian karena alat yang dimiliki lebih banyak dari Indonesia, meski luas wilayahnya tak sebesar Indonesia. Gunawan berharap target 160 alat pantau ini bisa direalisasikan dalam dua tahun ini.
Menurut Gunawan, pengolahan data gempa ini bisa menjadi alat untuk sistem pencegahan dini bagi terjadinya tsunami. Jarak waktu antara data itu diperoleh sampai terjadinya tsunami, itulah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan peringatan dini kepada warga di daerah yang akan kena tsunami . Hanya saja, semua tergantung pada pusat gempanya. Semakin dekat dengan lokasi gempa, maka semakin pendek waktu yang dimiliki untuk memberikan peringatan dini.
Gunawan memberi contoh gempa dan tsunami di Aceh dan Nias, 26 Desember 2004 lalu. Waktu itu, jarak antara terjadinya gempa dan tsunami hanya sekitar 25 menit untuk menerjang Banda Aceh. Di Meulaboh, lebih cepat lagi. Untuk negara lain seperti Srilanka dan India, mereka punya waktu sekitar 2 sampai 3 jam untuk memberikan peringatan dini sebelum tsunami datang menerjang. Sehingga lebih punya banyak waktu untuk memperingakan warganya untuk lari ke tempat yang lebih aman.
Abdul Manan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|