Indonesia Masih Beri Waktu Myanmar Jalankan Demoktratisasi

Jum'at, 01 April 2005 | 20:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia menganggap masih ada waktu buat Pemerintah Myanmar menyatakan
keseriusannya pada peta demokrasi yang pernah dirilisnya. Sehingga reaksi negara-negara
yang mengancam tidak hadir dalam setiap pertemuan Asean karena Myanmar menjadi ketua tahun
2006 nanti bisa dipertimbangkan kembali. Salah satunya, adalah pertemuan informal Menteri
Luar Negeri ASEAN di Saebu, Filipina, pada 9 dan 10 April nanti.

"Secara prosedur siapapun yang dapat giliran (sebagai ketua dan tuan rumah penyelenggara
kegiatan Asean) akan diputuskan secara konsensus," ujar juru bicara Departmen Luar Negeri
Yuri Oktavian Thamrin, Jumat (1/4). Karena itu, lanjutnya, masih ada waktu untuk melakukan
konsolidasi untuk Asean melihat kesiapan Myanmar sebagai ketua Asean tahun depan. "Kita
masih punya 8 bulan lagi untuk mengetahui bagaimana Myanmar," ujar Yuri.

Pada intinya, ujar Yuri sesuai dengan KTT di Pnomh Penh dan Bali pemerintah Myanmar sudah
menyatakan keseriusannya dalam penerapan demokrasi di negara tersebut. Salah satunya adalah
mengenai status Aung San Suu Kyi yang menjadi tahanan politik junta militer yang memerintah
dan konsensus nasional yang diharapkan menjadi dasar perjalanan demokrasi di Myanmar.

Sebelumnya, Amerika dan Eropa mengancam tidak akan datang dalam pertemuan yang diadakan
oleh Asean. Amerika dan Eropa sendiri sudah menjadi mitra kerjasama negara-negara di Asia
Tenggara tersebut, baik dalam kerangka Asean Regional Forum maupun ekonomi seperti ASEM.

Yophiandi-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: