Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Warga Belgia di Nias Keluhkan Lambatnya Bantuan
Jum'at, 01 April 2005 | 21:05 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Sebanyak tujuh orang warga negara asing yang berasal dari Belgia dievakuasi oleh tim aparat
TNI AU dan militer Singapura. Mereka dievakuasi dari Pulau Asu di daerah Nias Barat pada
Jumat (1/4) pukul 17.30 WIB dengan menggunakan helikopter milik Singapura, Chinook dan
tiba di Posko Darurat Lanud TNI AU Polonia Medan satu setengah jam kemudian.

Pasangan suami istri Patrick dan Chris yang sudah berdiam di Nias selama 12 tahun
menuturkan ketika gempa berlangsung ia dan istrinya sedang tertidur pulas. Ketika merasa
gempa, ia beserta istrinya langsung lari keluar untuk menyelamatkan diri. Setelah gempa
terjadi ia melihat, beberapa rumah di sekitarnya ambruk. Kris dan warga sekitar mengaku
selama gempa berlangsung merasakan pulau yang mereka diami terangkat dan air laut lewat
dibawanya. "Kami rasakan pulau naik, dan air lewat lewat di bawahnya, aku Kris yang
mempunyai usaha Bungalow ?ASU JAYA? di pinggir pantai di Pulau Asu.

Walaupun kejadian yang mereka alami begitu dasyat, Patrick dan Cris mengatakan tak satupun
warga asing disana yang meninggal dunia "Hanya luka-luka saja, seperti Gari (menunjuk
temannya) mengalami luka kaki dan tangan," katanya dengan logat Indonesia yang lancar.

Akibat gempa, ia beserta warga di sana menjadi terisolir karena perahu maupun kapal motor
yang miliki rusak akibat goncangan. Gari, warga asing lainnya mengaku sangat kecewa dengan
penanganan evakuasi korban pascabencana. Ia mengaku setelah gempa terjadi ia dan teman-
temannya sudah beberapa kali menghubungi pemerintah Indonesia melalui telepon satelit agar
mereka segera di evakuasi. Namun jawaban yang mereka terima hanya janji akan datang
menjemput mereka. "Terakhir saya telpon kemarin, dan saya tanya kalian mau datang atau
tidak sama sekali," ancam Gari.

Sebenarnya informasi kedatangan warga asing di Lanud TNI AU sudah terdengar sejak kemarin.
Namun karena terbatasnya angkutan, mereka baru sore hari ini bisa di evakuasi. Menurut
Sersan Satu TNI AU Eko Bayu, mereka dievakuasi setelah Chinook sebelumnya mengangkut
bahan bantuan ke Gunung Sitoli dan langsung melanjutkan perjalanan ke Pulau Asu

Patrick, Cris maupun Gari mengaku keinginan mereka agar segera keluar dari Pulau Asu bukan
berarti ingin cepat-cepat menyelamatkan diri sendiri. Namun ia dan teman-temannya akan
mengumpulkan bantuan untuk warga Pulau Asu lainnya. Mereka mengaku sudah seperti saudara
dengan penduduk asli daerah tersebut. Saat ini menurut informasi yang diterima, ada
sekitar 110 keluarga di Pulau Asu.

Hambali/Bambang Soed-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bantuan Belum Masuk Teluk Dalam, Nias
Perancis Bantu Alat Peringatan Dini di Sumbar
Korban Gempa Nias Masih Berdatangan di RS Medan
PLTU Sicanang Kembali Normal
Stok BBM di Nias Cukup
Pemerintah Akan Tertibkan Rekening Sumbangan Bencana
Gempa Berikutnya di Mentawai
Penanganan Gempa Nias, Gubernur Langsung ke Menko Kesra
USNS Mercy Akan Tiba di Nias Pekan Depan
DPR Akan Percepat Pembahasan RUU Penanganan Bencana Alam
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel
Hendarman Periksa Kepala Kejaksaan yang Loloskan David Nusa

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data