Dephan: TNI Belum Miliki Doktrin Pertahanan
Sabtu, 02 April 2005 | 19:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Pertahanan, Marsekal Muda Kusnadi Kardi, hingga kini belum ada doktrin pertahanan yang digunakan sebagai panduan bagi elemen pertahanan. “Padahal masing-masing matra angkatan sudah terlanjur membuat doktrin dan sudah disahkan Menteri Pertahanan,” kata Kusnadi, Sabtu (2/4).
Akibatnya, menurut Kusnadi, masing-masing angkatan membuat turunan strategi pertahanan, sesuai doktrin yang mereka pegang masing-masing. "Doktrin angkatan sudah dibuat sedang doktrin pertahanan belum, itu kan seperti anak lahir dulu sebelum ibunya lahir," kata Kusnadi.
Menurut Kusnadi, doktrin pertahanan punya fungsi sebagai panduan dalam menyusun strategi pertahanan dan jadi payung bagi doktrin-doktrin tiap angkatan. “Dephan belum memiliki doktrin pertahanan itu," Kusnadi mengaku. Oleh sebab itu, menurut Kusnadi, doktrin pertahanan itu harus segera dibuat, sehingga keputusan-keputusan yang menentukan strategi dan postur TNI, tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pihak Dephan, menurut Kusnadi, sedang dalam proses merusmuskan doktrin pertahanan tersebut. Caranya, dengan melakukan berbagai kajian atas berbagai permasalahan pertahanan, untuk diselaraskan dengan Buku Putih Pertahanan.
Sesudah ini selesai, kata Kusnadi, proses selanjutnya adalah bagaimana menyusun postur pertahanan. “Karena ketika menyebut pertahanan, tak hanya bagaimana mengembangkan kekuatan, tetapi juga bagaimana mengatur pemberangkatan kekuatan,” ujar Kusnadi.
Agus Supriyanto





