Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Malaria dan Campak Ancam Pengungsi Nias
Selasa, 05 April 2005 | 12:39 WIB

TEMPO Interaktif, Gunung Sitoli:Menurut Wakil Koordinator Kesehatan Penanggulangan Bencana di Sumatera Utara, Abidinsyah Siregar, Selasa (5/4), ada lima penyakit utama yang harus diwaspadai pengungsi Nias pascagempa. Yakni diare, malaria, demam berdarah, ISPA (terutama gangguan pernapasan berat pada anak-anak), dan campak.

Tim medis asing, menurut Abidin, bahkan sudah mengingatkan bahwa campak, malaria, dan diare, harus benar-benar diwaspadai. Campak dan malaria, menurut Abidin, memang harus diwaspadai karena kondisi wilayah Nias yang punya resiko tinggi terhadap dua penyakit ini. Dua penyakit ini, menurut Abidin, lebih didorong akibat rusaknya kondisi lingkungan. “Seperti sanitasi air yang kurang, ketersediaan air layak minum yang tidak ada dan perubahan perilaku manusia akibat gempa,” kata Abidin.

Sejauh ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara telah mendapat bantuan pelayanan medis dari 20 organisasi non pemerintah, lima diantaranya merupakan tim medis asing dari Australia, Perancis, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia. “Besok tim medis Amerika Serikat mulai membuka rumah sakit terapung,” kata Abidin.

Abidin mengaku, kondisi pranata sarana dan pelaku kesehatan tidak berjalan dengan baik. Banyak fasilitas rumah sakit yang mengalami kerusakan total seperti di Rumah Sakit Umum Gunung Sitoli. Di Kabupaten Nias Selatan, kondisinya lebih parah lagi. Selain itu, menurut Abidin, tenaga medis yang berdomisili di Gunung Sitoli tidak optimal menangani korban. Sebab, masih harus mengurusi keluarganya yang juga ikut jadi korban gempa.

Hingga hari ini, jumlah pasien yang menjalani rawat inap di Pulau Nias sebanyak 92 orang dan 5.174 menjalani rawat jalan. Sebanyak 363 pasien divekuasi ke-13 rumah sakit di luar Pulau Nias. Jumlah pasien yang meninggal 25 orang, kebanyakan berlokasi di Nias Selatan karena keterlambatan penanganan.

Istiqomatul Hayati (Gunung Sitoli, Pulau Nias)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Jamin Penduduk Nias Tidak Kelaparan
Warga Nias Yang Eksodus Tanggung Jawab Pemerintah
Gempa Landa Sumatera Utara, Satu Hotel Roboh
Gempa Hancurkan Hotel di Asahan
Gempa Susulan Masih Terjadi di Nias
Pemerintah Kerahkan Kapal Tradisional Bugis untuk Korban Gempa
PM Thailand Kecam Kekerasan Berkedok Agama
Sidang Kasus Newmont Dijadwalkan 12 April
Rusia Terbitkan Peta Bencana Alam
Hari Ini 4 Kali Gempa di Nias
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Panwas Lamongan Laporkan Pelanggaran Pilgub
Izin Operasi Riau Airlines Akan Dibekukan
Gambus Jawa
UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data