Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Gerakan Pembaruan PDIP Melebar ke Daerah
Selasa, 05 April 2005 | 14:05 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Menyusul pembentukan Pimpinan Kolektif Pusat, DPP PDI Perjuangan versi Gerakan Pembaruan (GP), Korwil Bali akan segera membentuk Pimpinan Kolektif Daerah PDIP (PKD PDIP) Bali. "Sudah banyak yang siap duduk di kepengurusan, kami maju terus,"kata Ketut Bagiada SH, Selasa (5/4).

Di tingkat kabupaten juga akan dibentuk Pimpinan Kolektif Cabang serta jajaran struktur yang lebih rendah sampai di tingkat desa. Keberadaan jaringan struktur itu untuk menunjukan bahwa GP eksis dan serius memperjuangkan aspirasi mereka. "Kami juga terbuka bila ada kalangan struktural PDIP pendukung kongres yang tertarik untuk bergabung,"kata Bagiada.

Bagiada mengaku, mendapat informasi bahwa kalangan PDIP Bali masih tetap kecewa dengan keputusan Mega yang tidak menempatkan satu pun kader dari PDIP. Meski disadari, hal itu adalah konsekuensi dari pemberian hak prerogatif dan posisi formatur tunggal yang diberikan kepada Mega.

Dalam jangka panjang PKD PDIP tidak hanya akan bermain di bidang politik. Tetapi akan mensupport pembentukan kelompok-kelompok usaha di bidang ekonomi sebagai wujud riil bantuan ke masyarakat. "Jadi partai bukan semata untuk kepentingan kekuasaan,"katanya.

Menanggapi rencana GP itu, Sekretaris DPC PDIP Kota Denpasar I Made Arjaya menyebut, keberadaan PDIP di Bali tidak akan terpengaruh. "Silahkan saja, masyarakat yang akan menilai apakah gerakan itu bisa diterima," katanya. Ia berharap, GP tetap konsisten pada visi untuk melakukan perbaikan PDIP sehingga benar-benar tidak perpecahan di PDIP

Karena itu Arjaya tidak berharap, DPP melakukan recall terhadap para tokoh pembaruan yang masih berada di lembaga legsitatif sehingga peluang rekonsiliasi tertutup. Ia sendiri meyakini, tidak ada pelanggaran AD ART dalam kongres karena kongres merupakan forum tertinggi partai yang bisa merubah aturan partai.

N Rilla Nnugraheni


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16]. Pawai kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan bendera koalisi PDI P, PAN, PPP di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Pembantai Caleg PDIP Divonis 20 dan 15 Tahun
Presiden Beri Selamat Kepada Megawati
Pramono Anung Mundur dari DPR
Kubu Pembaruan Tanggapi Dingin Terpilihnya Mega
Konggres PDIP Rehabilitasi 15 Kadernya
Roy BB Janis: Penetapan Megawati, Pelanggaran Agenda
Kongres PDIP Berakhir Malam Ini
Mega Sudah Susun Kepengurusan PDIP
Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP 2005-2010
Gerakan Pembaruan Galang 1.000 Gugatan
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data