|
Nasional
Dephan Jajaki Pembelian Kapal Selam Jerman
Selasa, 05 April 2005 | 19:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pertahanan (Dephan) merencanakan penambahan kekuatan armada TNI angkatan Laut dengan membeli kapal selam. Rencana ini terungkap ketika Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono yang didampingi Dirjen Sarana Pertahanan, Aqlani Maza, usai menerima Presiden Direktur Naval System Ferrostaal AG, Republik Federal Jerman, Mr Soenke Gloede, Selasa (5/4).
Menurut Aqlani, kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah perairan, jadi alasan kuat penambahan alat utama sistem pertahanan laut, seperti kapal Selam. "Kita butuh banyak, sebab wilayah RI dikelilingi air," kata Aqlani. Sebagai pembanding, menurut Aqlani, negara yang luas wilayahnya lebih kecil, seperti Brazil saja, membutuhkan 24 kapal selam. "Apalagi negara kita," ujarnya. Padahal, Indonesia sindiri selama ini cuma punya dua kapal selam dan hanya satu yang bisa beroperasi penuh.
Jerman dipilih, menurut Aqlani, sebab Indonesia belum terbebas dari embargo senjata yang diberlakukan Amerika Serikat. "Selain kemungkinan harga yang ditawarkan lebih kompetitif, karena jumlah negara produsen kapal selam, memang hanya beberapa negara," kata Aqlani. Selai itu, Dephan juga memandang kapal-kapal selam buatan Jerman, sesuai dengan spesifikasi alam Indonesia.
Pihak Jerman sendiri, menurut Aqlani, sangat antusias selama pertemuan dan presentasi. Bahkan, mereka menawarkan pula skema pembiayaan untuk pembeliannya kelak. Salah satu kemungkinan yang bisa dilakukan adalah melalui sistem pembayaran imbal beli. Menurut Aqlani, pihak Dephan akan secepatnya memberikan jawaban atas tawaran Jerman tersebut. "Tentunya setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, terutama TNI AL, yang secara teknis lebih tahu kebutuhannya," ujar Aqlani.
Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|