Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nias Selatan Masih Minim Bantuan
Rabu, 06 April 2005 | 05:47 WIB

TEMPO Interaktif, Nias Selatan: Bantuan pangan dan obat-obatan untuk Kabupaten Nias Selatan masih kurang. Hingga hari ke delapan setelah gempa bumi mengguncang Provinsi Sumatera Utara, 28 Maret lalu, bantuan pangan yang diberikan baru berupa 45 ton beras.
Bantuan itu rinciannya adalah 15 ton beras dari pemerintah yang dikirimkan melalui KRI Teluk Jakarta, jumat (1/4), dan tiga puluh ton bantuan pangan dari Keuskupan Sibolga dan Keuskupan San Diagio, Jakarta. ?Di Nias Selatan itu manusia juga membutuhkan makanan,? kata Solistis Dachi, juru bicara pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Satuan Kordinasi Pelaksana Bencana di Nias Selatan, Selasa (5/4).
Menurut dia, pasokan pangan bagi pengungsi Nias Selatan terbatas karena perekonomian lumpuh dan pelabuhan yang rusak. Akibatnya, kapal tidak bisa merapat. Ia menegaskan, bantuan pangan yang ada hanya bisa untuk dua hari mendatang. Alasannya, bantuan digunakan untuk mencukupi kebutuhan delapan kecamatan yang berpenduduk 275.499 orang.
Selama ini, guna mencukupi kebutuhan makanan masyarakat mengandalkan pasokan pangan dari desa-desa tertentu, di antaranya Desa Hilimaenamdo, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Daerah itu kini sedang musim panen padi. Jumlah ini dinilai tidak mencukupi kebutuhan 212 belas desa dan dua kelurahan di kabupaten ini.
Selain itu, baru Selasa malam TNI membuka dapur umum bagi pengungsi. Suasana di Teluk Dalam, pusat kota pemerintahan, masih gelap karena listrik belum menyala. Listrik di beberapa instansi sudah menyala karena menggunakan genset.
Data sementara korban gempa di Nias Selatan hingga Selasa pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas sebanyak 132 orang. Terdiri dari Teluk Dalam 50 orang, Gomo 44, Lahusa 18, Amandraya 5, serta Lolomatua 5 orang. Jumlah pengungsi sebanyak 99.765 orang. Istiqomatul

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26]. Petugas kesehatan memeriksa  bayi, korban gempa bumi   di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Korban Gempa Bumi Bengkulu
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Nias Mulai Bangkit
Ratusan Relawan Asing Masuk Melalui Bandara Polonia
Queensland Sumbang AUST $ 4 juta
100 Hari Tsunami Diperingati di Ulee Lhue
Malaria dan Campak Ancam Pengungsi Nias
Pemerintah Jamin Penduduk Nias Tidak Kelaparan
Warga Nias Yang Eksodus Tanggung Jawab Pemerintah
Gempa Landa Sumatera Utara, Satu Hotel Roboh
Gempa Hancurkan Hotel di Asahan
Gempa Susulan Masih Terjadi di Nias
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data