LSM Ingin Presiden SBY Bicarakan Celah Timor
Rabu, 06 April 2005 | 13:02 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak mengangkat masalah kepemilikan Celah Timor selama kunjungannya di Australia.
Direktur YPTB, Ferdi Tanoni di Kupang, Rabu (6/4) mengatakan, seharusnya SBY berani mempersoalkan masalah Celah Timor untuk dibicarakan kembali secara trilateral antara Indonesia, Australia dan Timor Leste. “Karena secara de facto, sebagian besar kandungan minyak di Celah Timor berada di perairan Indonesia,” kata Ferdi.
Yang patut disayangkan juga menurut Ferdi, mengapa nelayan Indonesia sudah berulang kali ditangkap di Laut Timor, disiksa, dan perahu mereka di hancurkan. “Tetapi SBY tidak mempersoalkan masalah ini,” kata Ferdi.
Menurutnya, Indonesia harus mendesak agar meratifikasi kembali seluruh perjanjian menyangkut kepemilikan Celah Timor dan mengatur kembali median line sehingga Indonesia mendapat bagian dalam eksplorasi kandungan minyak yang ada disana.
Ferdi menambahkan, ketiga negara perlu memberlakukan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982 (UNCLOS 1982) yang isinya mengatur tentang batas maritim. Dengan demikian, maka hak masyarakat Indonesia untuk mendapat bagian di Celah Timor terpenuhi.
“Jangan hanya Ambalat yang dipersoalkan. Laut Timor juga harus diperjuangkan karena Indonesia memiliki hak untuk mendapat sebagian kekayaan minyak dan gas di wilayah itu,” katanya.
Jems de Fortuna





