Roma Kini Menjadi Kota yang "Terblokir"

Kamis, 07 April 2005 | 15:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Juru bicara Vatikan Joaquin Navarro-Valls telah mengumumkan bahwa sidang konklav untuk memilih paus baru akan dimulai pada Senin (18 April). Para kardinal yang akan bermusyawarah akan "ditemani" petugas saat berjalan dari rumah Santa Marta (penginapan) sampai Sistine Chapel. Ini untuk menghindarkan mereka dari orang atau pihak yang coba mendekati mereka.

Dari 116 kardinal yang punya hak suara, 20 orang diantaranya orang Italia (17 persen). 114 di antara mereka diangkat menjadi kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II yang meninggal 3 April lalu. Suaranya tak lagi dilakukan dengan cara klasik seperti dulu, yakni menggunakan kertas, tapi suaranya akan dihitung secara elektronik.

Para kardinal pemilih akan lebih bebas selama menetap di rumah penginapan Santa Marta, yang baru saja dibuat khusus Paus Paulus II untuk konklave. Mereka bisa menikmati suasana rileks dalam Vatikan dengan ruangan luas dan sejuk karena dihiasi taman.

Pemakaman Paus dilakukan Jumat pagi ini. Surat wasiat Paus Yohanes Paulus II yang rencananya akan diumumkan hari ini atau besok menyebutkan, agar pemakamannya dilakukan langsung menempel tanah dengan hanya sebuah batu nisan. Pemakaman dilakukan di ruang bawah tanah Basilika Santo Petrus.

Selama pemakaman, lalu lintas Rdan Vatikan akan diblok dan diatur secara ketat. Kendaraan umum akan ditambah dengan lima jalur ekspres, terutama antara stasiun utama Termini sampai Vatikan. Jadwal kedua kereta api Metro bawah tanah akan diperpanjang hingga menjelang pukul 1 dini hari.

Saat metro tutup, dua bus baru disiapkan melayani publik. Parkiran khusus buat bus wisata telah disiapkan, ada tempat khusus dengan 5.000 tenda dan area khusus untuk karavan. Orang tua, cacat, diberi jalur khusus jalan kaki. Petugas disiapkan: 6.500 polisi, 17 pos kesehatan, 19 pos relawan.

Untuk masuk ke basilika Santo Petrus kini butuh waktu hingga 10 jam! Jumlah orang yang datang melayat tercatat sekitar 1 juta. Perkabungan nasional akan berlangsung hingga Jumat. Ada kemungkinan lalulintas akan diblok di seluruh kota. Aparat keamanan mencatat: ada 300 orang saban menit yang memasuki Basilika untuk melihat Paus, atau 20 ribu umat setiap jam!

Sekitar 200 deleagsi pelbagai negara dunia akan hadir. Bahkan Presiden Iran Muhammad Khatami dan Presiden Kuba Fidel Castro konon akan melayat. Wahyu Muryadi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: