|
Nasional
Menkes : Cuma Proses Evakuasi Mayat
Kamis, 07 April 2005 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Masalah utama dalam penanganan korban gempa Nias, menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari,adalah proses evakuasi mayat. Sedangkan dari segi kesehatan, tak ada masalah. "Karena sarana dan prasarana di daerah sudah berfungsi kembali, tenaga medis dan obat-obatan juga mencukupi,"kata Menteri Fadilahi di sela-sela kunjungannya ke Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (7/4).
Menurut Fadilah Supari, selain sarana dan bantuan obat-obatan yang sudah memadai, kesehatan para pengungsi Nias juga dapat ditangani karena adanya bantuan dari LSM-LSM asing. "Jika masih ada yang kekurangan, mungkin karena distribusinya saja,"katanya.
Menteri Kesehatan menyangkal adanya kasus baru penyakit yang timbul pascagempa yang menjangkiti para pengungsi, seperti campak dan malaria. "Kasus campak cuma satu. Malaria dari dulu juga ada. Kasus diare ada 5 orang. Tidak ada peningkatan jumlah. Tidak ada penyakit menular,"ujarnya.
Penanganan kesehatan korban gempa Nias, menurut Menteri Fadilah, jauh lebih ringan dibandingkan dengan bencana tsunami yang melanda Aceh. Hingga 6 April, data korban meninggal akibat gempa di Nias yang berhasil dihimpun Departemen Kesehatan mencapai 527 orang.
Ami Afriatni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|