Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Yudhoyono Beri Penghormatan Kepada Paus di Dili
Jum'at, 08 April 2005 | 03:21 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan memberi penghormatan terakhir kepada Sri Paus Yohanes Paulus II di Dili bersama masyarakat Timor Lorosae. Penghormatan terakhir Presiden Yudhoyono bertepatan dengan acara pemakaman Sri Paus yang direncanakan berlangsung di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (8/4) pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 17.00 Waktu Timor Leste.

"Presiden SBY telah meminta kepada saya agar sudi kiranya meluangkan waktu untuk memberi penghormatan terakhir kepada pemimpin gereja Katholik se-dunia di Hotel Timor, Dili," ungkap Presiden Xanana Gusmao, Kamis (7/4), usai menandatangani surat (duka cita) kepada Paus Yohanes Paulus II di Lecidere, Dili.

Presiden Xanana menjelaskan, Presiden Yudhoyono kali ini, menunjukan suatu maksud yang luar biasa bagi masyarakat Timor Leste yang mayoritas beragama Katholik. Menurut Xanana, figur Yahones Paulus II tidak sekedar dicintai dan disanjung umat Katholik, tetapi semua umat di dunia merasa memiliki kepribadian Bapak Suci. Jadi, kepergian Sri Paus untuk selamanya meningalkan duka amat mendalam bagi dunia.

Presiden Xanana berpesan kepada masyarakat negeri itu untuk tetap tenang berada di rumah masing-masing mengikuti acara pemakaman Bapak Suci yang akan ditayangkan melalui televisi. Sementara Presiden Yudhoyono akan mengikuti acara ritual pemakaman Sri Paus di Hotel Timor, Dili.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama RDTL Dr. Jose Ramos Horta yang ditemui di tempat yang sama usai menandatangani surat duka cita mengatakan pribadinya tidak memiliki kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan Bapak Suci di Roma. Tetapi ia mengenal baik pribadi Paus Paulus II sejak menjabat Uskup Agung di Polandia.

Dijelaskan, dalam sejarah gereja Katholik tidak ada figur Sri Paus yang memiliki pengaruh besar bagi dunia layaknya Yohanes Paulus II yang tulen memperjuangkan keadilan, kebebasan dan HAM.

?Saya kira peranan Sri Paus sangat penting dan terbaik bagi dunia,? jelas Horta. Dia menambahkan kepergian Paus Paulus II membuat dunia kehilangan sosok terpenting dunia yang tidak hanya dimiliki umat Katholik tetapi semua masyarakat dunia.

Pada prinsipnya Horta mengatakan sosok Sri Paus sangat simpatik dengan perjuangan TL yang diprakarsai Uskup Mgr. Martinho Lopes.

Menurut Horta, pada dekade 1980 dunia lupa dan tidak lagi menghiraukan masalah TL. Tetapi putusan Sri Paus ke TL pada Oktober 1989 mengukir lagi sejarah baru TL dalam peta perjuangan dunia.

Horta mengatakan, putusan Paus Paulus ke TL tidak hanya sebatas keputusan moral tetapi juga merupakan putusan politik untuk memberi pertolongan bagi masyarakat. Jadi, peranan Sri Paus bagi perjuangan pembebasan masyarakat TL sangat luar biasa.

?Walaupun sering kali saya ke Roma tidak bersua dengan Sri Paus, tetapi hanya bertemu sejumlah Kardinal, satu di antaranya Kardinal Roger Ecegary yang sangat dekat dengan Bapak Suci yang datang ke TL pertengahan 1995 untuk melihat lebih dekat perjuangan masyarakat di TL,? ujarnya.

Untuk kesekian kalinya Horta berharap kepada Paus baru yang bakal terpilih nanti, bisa menjejaki langkah mendiang Paus Yohanes Paulus II untuk tetap mengikuti evolusi perdamaian dunia berdasarkan kacamata gereja Katholik.

Alexandre Assis - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dentuman Meriam Pinjaman akan Sambut SBY di Timor Leste
LSM Ingin Presiden SBY Bicarakan Celah Timor
Presiden Pilih Mobil Jepang Untuk Kendaraan Dinas
SBY Diminta Hadir di Persidangan
Presiden Yudhoyono Bantah Pernyataan Megawati
Presiden Perintahkan Semua Instansi Bantu Nias
Presiden Tunda Kunjungan ke Luar Negeri
Partai Demokrat Solo Tak Akan Calonkan SBY
Presiden: Pornografi dan Pornoaksi Sudah Tak Bisa Ditoleransi
Presiden Akan Kunjungi Selandia Baru
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data