|
Nasional
PDIP Pembaruan Konsolidasi dengan Tokoh Pendiri Partai
Jum'at, 08 April 2005 | 18:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kelompok PDI Perjuangan Pembaharuan melakukan konsolidasi dengan para tokoh senior yang juga merupakan tokoh pendiri. Perwakilan antar kelompok diantaranya membicarakan usulan pemecatan tokoh PDIP Pembaharuan oleh DPP hasil Kongres di Bali. Tokoh senior menyatakan tidak setuju dengan usulan pemecatan dan mengharapkan persatuan dan kesatuan antar kedua kelompok yang sedang konflik.
"Secara pribadi saya telah mengenal tokoh senior dan pendiri dengan baik, dan mereka pun telah mengenal kiprah saya di partai dengan baik," tutur Roy BB Janis, ketua kolektif gerakan PDIP Pembaharuan seusai bertemu dengan tokoh senior partai yakni Soetardjo Soerjogoeritno dan Abdul Madjib di Gedung MPR/DPR, Jakarta (8/4).
Kehadiran Roy disertai tokoh pembaharuan lainnya, yakni Noviantika Nasution. Selain itu, hadir pula dalam pertemuan tersebut yakni Amin Aryoso dan Subagyo Anam. Pertemuan yang berlangsung di ruang kantor Soerjogoeritno yang juga Wakil Ketua DPR berlangsung selama hampir 1,5 jam.
Kedua tokoh keberatan dianggap berfungsi sebagai fasilitator kedua belah pihak. "Kami belum mempertemukan kedua belah pihak, masing-masing kubu memiliki syarat tertentu," ujar Madjib.
Kedua tokoh juga mengingatkan agar DPP tidak sewenang-wenang dalam memecat. "Kalau memecat itu harus melalui proses, memberi peringatan, mengajak pertemuan dan membicarakan permasalahan yang dihadapi terlebih dahulu," tuturnya.
Menurut Roy, kelompok PDIP pembaruan mengajukan beberapa persyaratan apabila bertemu dengan kelompok DPP PDIP. Syaratnya antara lain DPP harus mengakui hak-hak utusan dari daerah yang telah diberangus oleh kongres, semua pengurus yang bermasalah berdasarkan AD/ART maupun aspirasi harus disingkarkan dan dicoret, permintaan maaf dari Megawati kepada seluruh kader dan simpatisan karena telah memberikan pendidikan politik yang sangat buruk selama Kongres.
Menurut Roy, saat ini, dukungan terhadap gerakan pembaruan terus mengalir. Dia mengklaim 60 persen dari kekuatan partai mendukungnya. "Ribuan dukungan datang untuk membentuk gerakan pembaharuan di daerah," ujarnya.
Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|