Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

RI-Timor Leste Sepakati Perjanjian Perbatasan
Jum'at, 08 April 2005 | 19:39 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Indonesia dan Timor Leste mengikat perjanjian perbatasan, Jumat (8/4), di Dili. Pada kunjungannya yang pertama di bekas provinsi Republik Indonesia itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani perjanjian bersama Perdana Menteri Mari Alkatiri.

Perjanjian ini disebutkan telah menyelesaikan 96 persen masalah perbatasan kedua negara. Alkatiri seusai penandatanganan menyebutkan, perjanjian ini menggambarkan langkah lebih maju dalam hubungan kedua negara. "Kedua negara bisa mencapai kesepakatan setelah selama lima tahun bernegosiasi," kata dia.

Alkatiri menambahkan, penandatanganan kerjasama ini merupakan pencapaian penting. Dikatakannya, perjanjian bisa menjadi landasan proses selanjutnya seperti rekonsiliasi, perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi.

Kehadiran Presiden di Bandara Internasional Dili hari ini disambut dengan 21 dentuman meriam. Presiden disambut sejumlah masyarakat Timor Timur. Namun, menurut pejabat di Dili, rencana makan malam untuk menghormati kedatangan kepala negara malam ini dibatalkan. Alasannya, Presiden ingin menonton televisi yang menyiarkan langsung prosesi pemakaman Paus Yohanes Paulus II di Vatikan. AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Celah Timor Bukan Lagi Milik Indonesia
Presiden Yudhoyono Beri Penghormatan Kepada Paus di Dili
Dentuman Meriam Pinjaman akan Sambut SBY di Timor Leste
LSM Ingin Presiden SBY Bicarakan Celah Timor
Presiden Pilih Mobil Jepang Untuk Kendaraan Dinas
SBY Diminta Hadir di Persidangan
Presiden Yudhoyono Bantah Pernyataan Megawati
Presiden Perintahkan Semua Instansi Bantu Nias
Presiden Tunda Kunjungan ke Luar Negeri
Partai Demokrat Solo Tak Akan Calonkan SBY
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data