Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

RI-Timor Leste Segera Bahas Perbatasan Laut
Sabtu, 09 April 2005 | 06:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Timor Leste menandatangani perjanjian perbatasan. Perjanjian ini merupakan perjanjian sementara menentukan batas darat kedua negara. "Setelah batas darat selesai, dilanjutkan dengan batas laut," ujar Ketua Tim Perundingan Perbatasan Arief Havas Oegroseno kepada Tempo, Jumat (8/4).

Menurut Havas, perjanjian sementara yang meliputi 96 persen batas darat itu akan diteruskan hingga mencapai 100 persen. Sebanyak tiga segmen (wilayah) yang akan dibicarakan untuk mencapai perjanjian perbatasan penuh. Ketiganya berada di enclave (daerah yang menjorok ke wilayah Indonesia), yaitu Sungai Besi, Manusasi, dan Memo.

Sebelumnya, ada sembilan segmen yang dianggap kedua negara harus dibereskan. Sembilan segmen itu adalah peninggalan dari perjanjian Portugis dan Belanda yang menjadi penjajah kedua negara di masa lalu. Segmen itu ditandai dengan batu, pohon, dan bahan alam lainnya. "Tapi setelah kita hitung dengan teknologi yang ada ternyata tinggal tiga. Sebab kebanyakan sudah hilang (batas alamnya)," ujarnya.

Penandatanganan ini meliputi segmen timur yaitu perbatasan utama yang membagi wilayah Timor Leste dengan garis vertikal dengan wilayah Indonesia. Sementara untuk segmen barat, merupakan daerah enclave (daerah yang menjorok ke wilayah Indonesia). Kedua segmen ini panjangnya mencapai 250 kilometer. Setelah penandatangan, ujar Havas, Indonesia dan Timor Leste akan menetapkan demarkasi berupa pemasangan tanda perbatasan.

Sementara itu, batas laut yang akan dibicarakan adalah batas laut Selatan yaitu Laut Timor dan Laut Sawu di sebelah Utara. "Celah Timor bukan milik Indonesia lagi," ujar Havas. Yophiandi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RI-Timor Leste Sepakati Perjanjian Perbatasan
Celah Timor Bukan Lagi Milik Indonesia
Presiden Yudhoyono Beri Penghormatan Kepada Paus di Dili
Dentuman Meriam Pinjaman akan Sambut SBY di Timor Leste
LSM Ingin Presiden SBY Bicarakan Celah Timor
Presiden Akan Kunjungi Selandia Baru
Pemerintah Minta PBB Beri Waktu Pertimbangan Kedatangan Komisi Ahli
Merpati Buka Lagi Rute Kupang-Dili
Komisi Kebenaran dan Persahabatan Dibentuk
Pembunuhan Warga Indonesia di Timor Leste Murni Kriminal
> selengkapnya...


Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom
PBR Optimis Khofifah Menang
Djoko Suprapto Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit
Pemilu Dikhawatirkan Kurangi Setoran Pajak

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data