Fuad Merasa Sengaja Dikalahkan

Minggu, 10 April 2005 | 16:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Fuad Bawazier merasa dikalahkan secara menyakitkan pada pemilihan ketua umum Partai Amanat Nasional. Proses pemilihan ketua umum yang akhirnya dimenangkan Soerisno Bachir, menurut mantan Menteri Keuangan itu, berlangsung sangat tidak demokratis.

Sebagian pemilik suara, kata Fuad tidak mempunyai kebebasan dalam menggunakan hak suaranya karena intimidasi. "Namun, saya tetap mengucakan selamat (kepada Soetrisno," tuturnya di arena kongres ke-2 PAN di Semarang, Jawa Tengah, Ahad (10/4).

Menurut Fuad, kongres ke-2 PAN merupakan awal matinya demokrasi. Sangat jelas, ia menambahkan, peserta tidak bebas menggunakan haknya karena ada tekanan dan intimidasi.

Dikatakan Fuad, menjelang pemilihan ketua umum, banyak peserta dipanggil untuk diarahkan agar memilih salah satu ketua. Bahkan dalam pengarahan itu, kata dia, ada pemaksaan dan intimidasi yang jelas menunjukkan tidak adanya demokrasi di dalam kongres.

Setelah gagal memenangkan pemilihan Fuad menyatakan tidak akan masuk dalam struktur kepengurusan PAN. "Saya tidak akan menjabat posisi apapun," kata dia.

Syaiful Amin/Sohirin/Yanto Mustofa






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: