Panglima TNI: Rp 13.500 Perhari untuk Prajurit di di Ambalat
Senin, 11 April 2005 | 15:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menyesalkan pernyataan seorang anggota DPR bahwa setiap prajurit TNI Angkatan Laut yang bertugas dan ikut dalam operasi penjagaa perbatasan di wilayah perairan Ambalat mendapatkan tunjangan Rp 135 ribu perhari.
"Kalau itu benar, saya berterima kasih kepada anggota DPR yang telah berhasil menggolkan (anggaran) untuk seorang prajurit mendapatkan Rp 135 ribu perhari," kata Sutarto kepada wartawan sesaat sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di kantor presiden, Senin (11/4) siang.
Namun, realitas yang ada sekarang ini, kata dia, para prajurit itu hanya mendapatkan Rp 13.500 perorang perhari. Sebab, hingga saat ini untuk operasi penjagaan perbatasan dan kedaulatan wilayah RI di perairan Ambalat belum ada anggarannya. "Anggaran bagi prajurit di sana itu masih merupakan anggaran operasi sehari-hari," ujarnya.
Sutarto mempertanyakan bagaimana anggota DPR tersebut bisa membuat pernyataan seperti itu. Karena katanya, dampaknya sangat buruk terutama bagi prajurit. "Karena kalau itu dianggap sebagai kebenaran berarti mereka hanya mendapat 10 persen dari haknya," ujarnya.
Sutarto juga mempertanyakan apakah benar negara telah memiliki kemampuan untuk memberikan tunjangan Rp 135 perorang perhari diluar gaji bagi prajurit TNI. "Kalau iya, semua orang mau jadi prajurit barangkali," ujarnya.
Oleh sebab itu, katanya, sebaiknya sebelum melontarkan pernyataan seharusnya diklarifikasi lebih dulu. Sebab kalau tidak bisa menimbulkan demoralisasi di kalangan prajurit. "Dan itu berbahaya," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, tunjangan Rp 13.500 untuk tiap prajurit perharinya bagi prajurit TNI AL itu menggunakan anggaran sehari-hari. Sementara anggaran khusus untuk Ambalat menurutnya, sampai saat ini belum turun sepeserpun. "Satu sen pun belum turun," ujarnya.
Dimas Adityo –Tempo News Room





