DPR : Panglima TNI Harus dari Angkatan Laut
Senin, 11 April 2005 | 18:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi Pertahanan Yuddy Chrisnandi berharap pengganti Panglima TNI Jendral Endriartono Sutarto dari angkatan laut. Pertimbangan pengganti dari angkatan laut karena negara perlu memperkuat pertahanan di daerah perbatasan. "Surat sudah kami sampaikan ke ketua DPR,"katanya di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (11/4).
Menurut Yuddy, kondisi perbatasan Indonesia masih menemui persoalan termasuk suasana memanas di kawasan Ambalat. Pemerintah dirasa telah cukup lama melakukan konsolidasi yaitu selama enam bulan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. "Kondisi sudah mendesak," ujarnya.
Melihat perkemabangan keamanan itu, Yuddy mengirimkan surat pada pimpinan DPR agar segera menentukan usulan pengganti panglima TNI. Surat itu sudah diserahkan ke Ketua DPR Agung Laksono. Hanya saja karena Ketua DPR berada diluar negeri, ia menitipkan surat itu ke Sekretaris Pribadinya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengirimkan surat pembatalan penggantian nama panglima TNI yang telah diajukan Presiden Megawati Soekarnoputri. Permintaan Yudhoyono ini dengan alasan pemerintah perlu melakukan koordinasi paska pemilu. Sempat mencuat nama bekas Kepala Staf AL, Laksamana Bernard Kent Sondkah, sebagai salah satu calon Panglima TNI. Apalagi Kent juga memiliki cetak biru strategi pertahanan maritim.
Purwanto





