|
Nasional
Perlu Revitalisasi Budaya Hadapi Globalisasi
Selasa, 12 April 2005 | 14:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bangsa Indonesia memerlukan revitalisasi budaya dalam upaya menghadapi globalisasi. Revitalisasi ini terkait dengan pencarian nilai dalam kehidupan masyarakat yang dapat digunakan untuk bertahan dalam era globalisasi. Rumusan nilai inilah yang menurutnya menjadi acuan dalam penentuan arah pembangunan bangsa secara keseluruhan.
"Kita perlu mencari perumusan nilai budaya strategis untuk bisa survive dalam globalisasi," ujar sosiolog dari Universitas Indonesia, Paulus Wirotomo dalam seminar bertajuk “Menyikapi Dampak Transformasi Sosial Budaya di Era Global,” di Hotel Aryaduta, Selasa (12/4).
Menurut dia, Ikatan Sosiologi Indonesia dalam sebuah penelitian sebelumnya telah merumuskan adanya tiga nilai strategis yang hidup dan menjadi keinginan masyarakat saat ini. Ketiga nilai tersebut yaitu, kebersamaan, kemandirian, dan kejujuran.
Penelitian yang dilakukan atas permintaan Departemen Dalam Negeri itu bertujuan untuk merumuskan nilai dalam masyarakat yang diperlukan dalam pembangunan. Metodenya menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam yang melibatkan berbagai lapisan dan tokoh dalam masyarakat.
Terdapat dua cara untuk mencapai dan menghidupkan nilai-nilai tersebut. Pertama, komitmen kepemimpinan nasional yang terwujdu dalam penetapan aturan yang kuat mengenai penjagaan nilai-nilai tadi. Kedua, dibutuhkan pula komitmen dari masyarakat sipil dalam penegakan nilai-nilai itu.
"Jadi, tidak harus menunggu dari pemerintah. Tapi gerakan masyarakat juga diperlukan untuk menekan," kata Paulus. Rinaldi D Gultom --Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|