Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pembangunan Rumah di Aceh Diserahkan Kepada Masyarakat
Selasa, 12 April 2005 | 17:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah menyerahkan pembangunan rumah masyarakat korban gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam yang hancur dan rusak akibat gempa dan tsunami kepada masyarakat sendiri.
"Kebijakan Menpera sendiri yaitu tidak ingin menyentuh uang mereka (masyarakat). Biar rakyat yang menunjuk (pelaksana). Kami hanya memfasilitasi," kata Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyhari saat jumpa pers usai membuka Forum Dialog dan Pameran bertajuk "Membangun Aceh Dengan Kearifan Sosial Budaya Setempat" di Deparetmen Pekerjaan Umum Jakarta, Selasa (12/4).

Menurut Yusuf, pemerintah menyediakan anggaran untuk pembangunan rumah ini yang bersumber dari APBN dan donatur, dengan total Rp 4,3 triliun. Bantuan kepada masyarakat untuk membangun rumah mereka disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Untuk rumah baru, Rp 28 juta per rumah, sedangkan untuk rehabilitasi Rp 10 juta.

Pemerintah sendiri, kata Yusuf, siap membangun sekitar 63.700 rumah rusak dan merehabilitasi 123 ribu rumah untuk tahap pertama. Bagi masyarakat yang ingin merehabilitasi rumah mereka sendiri, ujar dia, pemerintah akan menyediakan bantuan dalam bentuk bahan bangunan sesuai dengan anggaran.

Pembangunan rumah di Aceh saat ini, kata Yusuf, juga dilakukan langsung oleh donatur lain. "Dengan syarat donatur melapor kepada Menpera," kata dia.

Yusuf mencontohkan perusahaan minyak PT. Total Indonesie yang menunjuk Perum Perumnas untuk membangun sekitar 500 rumah untuk masyarakat Aceh. Pemda Jatim dan tim Jawa Pos juga ikut menyumbang sekitar 500 rumah yang dibangun langsung dengan bahan dan tenaga mereka di Calang. "REI juga membangun sendiri di Jantoi. Rencananya 1.000 rumah," kata Yusuf.

Sedangkan untuk kepemilikan tanah, jelas Yusuf, masyarakat tidak perlu khawatir akan kehilangan hak mereka. Pemda Aceh dan badan pelaksana --yang menurut Menko Kesra Alwi Shihab akan segera dibentuk-- akan mendata kepemilikan tanah. "Saat ini saja Badan Pertanahan Nasional sedang melakukan aksi darurat untuk mendata tanah masyarakat," kata dia.

Ami Afriatni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Utang Pengusaha di Aceh Bakal Dihapuskan
1.387 Kontainer Bantuan Aceh Tertahan di Belawan
Warga Persiapkan Tahlilan 100 Hari Tsunami
Pihak Keluarga Nilai Pemberitaan di Media Rugikan Adiguna
LSM Aceh Tuduh Ada Penyalahgunaan Pembangunan Barak
Perancis Bantu Alat Peringatan Dini di Sumbar
Pemerintah Akan Tertibkan Rekening Sumbangan Bencana
Sebagian Pengungsi Sudah Dapat Dana Jaminan Hidup
Cetak Biru Aceh Tak Fokuskan Lokomotif Perekonomian
BPK Kritik Laporan Dana Kemanusiaan Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu
Suatu Malam Jauh di Selatan
Rumah Instan Tahan Gempa
PETAKA
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data