Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

HAR Tilaar : Badan Hukum Pendidikan Neo Liberalisme
Selasa, 12 April 2005 | 19:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pemerintah membentuk Badan Hukum Pendidikan (BHP) pada institusi pendidikan formal dicurigai pakar pendidikan, H.A.R Tilaar, dinilai tak lebih sebagai bagian representasi neo liberalisme dalam dunia pendidikan. Bank dunia dan International Monetary Fund dituding berada di balik rencana ini. "Jelas agenda neo liberalisme, pemerintah terlihat ingin cuci tangan dari tanggung jawabnya pada pembiayaan pendidikan," ujar H.A.R Tilaar saat ditemui usai menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Menyikapi Dampak Transformasi Sosial Budaya di Era Global bertempat di hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, hari ini, Selasa (12/4).

Melalui BHP, menurut Tilaar, pemerintah secara terselubung berupaya menghindarkan tanggung jawab penyisihan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar 20 persen bagi pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi. Alasannya, "dengan bentuk itu, tuntutannya kemandirian institusi pendidikan sampai pada kemandirian pendanaan,"katanya.

Pemerintah sendiri saat ini tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Menurut Direktur jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Satrio Soemantri Brodjonegoro, pemikiran perlunya otonomi pada perguruan tinggi menjadi dasar pembentukan aturan ini. Satrio tak menampik pernyataan RUU itu merupakan perluasan dari status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang telah dikenakan kepada beberapa perguruan tinggi negeri sebelumnya. "Ya nantinya semua akan menjadi badan hukum,"ujarnya.

Rinaldi D Gultom

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana sekolah Pelita Harapan di Karawaci, Tangerang , 11 Mei 2001 [ Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/70/2001; 20010629 ]. Suasana melihat hasil Sipenmaru/ UMPTN di Senayan, Jakarta [TEMPO/ Rini PWI; 3d/486/91; 2001/05/23].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tri Djumena Dipanggil Polisi
Polisi Segera Memanggil Penyeleweng Dana Beasiswa
Jadwal Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Diundur
Lima PTS Di Jakarta, Kesulitan Dana
Pemda Puwakarta Gratiskan Pendidikan SD
Ribuan Siswa Tak Mampu Tangerang Belum Terima Subsidi
Tidak Mampu Bayar, Murid Putus Sekolah
Pemkot Bekasi Bantah Penyaluran Beasiswa Rawan Penyimpangan
Depdiknas Masih Pikirkan Alokasi Dana Kompensasi BBM
Sejumlah SD Pandegalang Masih Pungut Biaya
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk50 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data