Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Mendapat Ancaman Teror Pembunuhan

Pengamanan Staf Diplomatik Indonesia di Australia Ditingkatkan
Rabu, 13 April 2005 | 12:42 WIB

TEMPO Interaktif, Canberra: Duta Besar Indonesia di Australia Imron Cotan meminta semua staf kedutaan dan konsulat untuk tidak panik menghadapi teror yang muncul di Perth. Beberapa hari lalu, konsulat Indonesia di kota itu menerima ancaman pembunuhan melalui surat yang disertai dua peluru.

Surat itu menyebutkan, semua staf konsulat Indonesia di Perth akan mati. Kecuali, tulis peneror, Indonesia melepaskan Schapelle Corby, warga negara Australia yang sedang diadili di Bali dalam kasus narkotika.

Imron menyatakan, perwakilan diplomatik Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi para stafnya. Ia juga meminta dipahami, bahwa kasus Corby bukan tanggung jawabnya. "Mari kita tunggu putusan pengadilan. Saya percaya, mereka berpengalaman untuk menangani kasus ini," kata dia, seperti dikutip ABC Newsonline.

Kepolisian Australia Barat kini sedang menyelidiki ancaman teror itu. Menteri Kehakiman Federal Chris Ellison juga menyatakan, kasus ini sedang dalam penyelidikan. Budi S

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard  di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812] Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]
Presiden Soeharto dan John Howard
Robert Hill
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Celah Timor Bukan Lagi Milik Indonesia
LSM Ingin Presiden SBY Bicarakan Celah Timor
Queensland Sumbang AUST $ 4 juta
Bantuan Australia Tiba
Presiden Akan Kunjungi Selandia Baru
Celah Timor dan Pulau Pasir Juga Rawan Sengketa
Fauzan : Ada Teror Paska Vonis Baasyir Cuma Isu
Syafii Maarif : Pengadilan Baasyir di Bawah Bayang-bayang AS
Militer Australia Tinggalkan Aceh, Maret
Menteri Keuangan Lobi Australia
> selengkapnya...


Referensi

UU Nomor 1 tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian Antara RI-Australia Mengenai Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data