Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pertemuan Ketiga RI–GAM Diharapkan Capai Kesepakatan
Rabu, 13 April 2005 | 13:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perundingan ketiga antara delegasi Pemerintah RI dan delegasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berlangsung sejak kemarin (12/4) diharapkan membawa kesepahaman guna mencapai dua kesepakatan, yaitu penerimaan otonomi khusus oleh GAM dan terminasi konflik secara permanen oleh kedua pihak.

“Pembicaraan ketiga ini hanya bersifat informal dan diharapkan memperoleh kesepahaman-kesepahaman antara kedua pihak,” ujar Widodo usai menghadiri acara pertemuan dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/4).

Pemerintah mengharapkan ada kemajuan dalam pertemuan ketiga ini, seperti dua pertemuan sebelumnya. “Kita harapkan pada pertemuan ketiga ini memberikan gambaran yang clear (jelas) tentang kesepahaman dua hal tadi,” ujarnya.

Pada pertemuan ketiga delegasi Indonesia hanya diikuti oleh Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil serta beberapa pejabat eselon satu dan dua dari beberapa departemen terkait. Delegasi RI tidak membawa rancangan yang harus disepakati kedua pihak, seperti yang disarankan sebelumnya oleh Presiden.

“Pertemuan ketiga hanya bersifat informal, eksploratif. Dalam pembicaraan itu kita berkomunikasi untuk memperoleh kesepahaman-kesepahaman terhadap dua hal tadi,” tambahnya.

Saat ditanyakan apakah pada pertemuan ketiga akan kembali melibatkan LSM atau pihak asing lainnya, Widodo menjawab, “Saya kira kita harus berpegang bahwa pembicaraan ini adalah informal, masalah ini bersifat domestik, kita tidak ingin diinternasionalisasi."

Widodo menambahkan, pertemuan ketiga tetap difasilitasi Crisis Management Initiative (CMI) yang diketuai mantan Presiden Finlandia Marti Ahtisaari.

Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes SIRA dengan spanduk bertuliskan Dutch must to withdraw declaration of war to kingdom of achenes di kedutaan besar/ kedubes Belanda, Jakarta, 28 Maret 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto.; K1A/025/2001; 20010417]. Spanduk anti militer pada protes warga Aceh yang menuntut agar Pemerintah segera menyelesaikan kasus pembantaian rakyat Aceh dan menarik TNI dan POLRI dari Aceh, di depan kantor PBB Jakarta, Senin 24 April 2000. [Bernard Chaniago/Tempo; 20000424]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tim Gabungan Pemburu GAM Dibentuk
Polda Metro Jaya Kirim Pasukan ke Aceh
Tiga Anggota GAM Terbunuh
Presiden: Otonomi Khusus Solusi Final Konflik Aceh
Panglima TNI Tidak Setuju Persyaratan GAM
RI-GAM Bahas Proposal Otonomi Khusus
Perunding RI Besok Berangkat ke Finlandia
Kontak Senjata Terjadi di Indrapuri, Empat Tewas
GAM Pastikan Hadiri Perundingan Kedua
Pemerintah RI Tetap Berniat Lanjutkan Perundingan dengan GAM
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Gerakan Aceh Merdeka
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data