Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pasar Permanen Segera Dibangun di Nias dan Aceh
Rabu, 13 April 2005 | 14:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perdagangan Mari Eka Pangestu, menyatakan bahwa, pemerintah akan membangun pasar permanen di wilayah-wilayah yang terkena bencana, di Aceh dan Nias. "Terutama di Nias, kerusakan yang terbesar adalah pasar, selama ini pasar darurat sudah dijalankan dan nantinya kami akan membangun pasar pemanen. Tapi lokasinya masih menunggu pemerintah daerah agar disesuaikan dengan blue print atau rencana induk),"katanya kepada wartawan di Departemen Keuangan, Jakarta.

Untuk sementara, Departemen Perdagangan menjalankan dua strategi untuk menghidupkan perekonomian, yakni pembuatan pasar tenda dan operasi pasar. Pasar permanen ditargetkan selesai dibangun tahun ini juga. "Departemen Perdagangan menganggarkan Rp. 8 milyar untuk pembangunan pasar-pasar ini. Untuk pasar yang paling kecil, pasar desa, biayanya Rp. 250 juta. Kami juga akan bangun pasar Kabupaten,"ujar Mari.

Selain menggunakan anggaran Departemen Perdagangan, pembangunan pasar juga akan menggunakan dana bantuan dari pemerintah Jepang sebesar Rp. 90 milyar. "Ada bantuan sebesar Rp. 90 milyar dari Jepang untuk pembangunan pasar di seluruh daerah bencana. Ini belum dicairkan sebab masih dikaji peruntukannya. Pembangunan pasar tidak hanya berdimensi fisik, tapi ada persoalan sistem pasar, gudang , dan lain-lain,"kata Menteri Mari.

Persoalan mendasar yang harus dipikirkan untuk pasar tradisional, yaitu menyelaraskan peraturan pemerintah dengan peraturan aerah terkait otonomi daerah. Pemberdayaan pasar tradisional juga memerlukan perbaikan sistem manajemen pasar. "Perbaikan sistem manajemen pasar dilakukan untuk tetap bisa bersaing dengan pasar modern. Saat ini walau ada pasar modern, orang tetap berbelanja di dua tempat, pasar tradisional pesaingnya justru bukan hypermarket, melainkan mini market,"ujar Mari.

Thoso

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana pasar Beringharjo, Yogyakarta [TEMPO/  Rully Kesuma; R1A/208/96; 20010609 ] Orang Jepang ketika  berbelanja di salah satu supermarket, 1993. [World & I; 17D/312/1993; 20020622].
Orang Jepang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mari Akui Pelabuhan di Indonesia Masih Kalah Bersaing
Menteri PU: Fase Rekonstruksi Aceh Melalui Lelang
Proyek Taman Mini Square Dihentikan
Tiga Batalion Jaga Jalan Banda Aceh-Meulaboh
PKS: Pemerintah Belum Maksimal Tangani Bencana Nias
Rp 4 Triliun Dana Moratorium untuk Aceh
Tak Dapat Bantuan Warga Aceh Demo
Dua Juta Orang Miskin Baru Akibat Tsunami di Asia
Kalla: Evakuasi di Nias Selesai Dalam 1-2 Hari
Nias Selatan Masih Minim Bantuan
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 79 Thn.2003 Tentang Pembangunan Jembatan Surabaya - Madura
Kepres RI No. 34 Thn.2003 Tentang Kebijakan Nasional Di bidang Pertanahan

Website

PD Pasar Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data