|
Mulyana Besok Batal 'Buka-bukaan'
Kamis, 14 April 2005 | 15:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mulyana W. Kusumah yang dituduh menyuap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan batal melakukan konferensi pers untuk menjelaskan kasusnya, Jumat (15/4). Sebagai ganti, ia hanya akan membagikan rilis melalui kuasa hukumnya.
"Mulyana bukan orang yang diistimewakan disini," ujar kuasa hukum Mulyana, Sirra Prayuna, di Rumah Tahanan Salemba, Kamis (14/4). Ia memohon publik menghargai ketidakhadiran Mulyana secara langsung karena terbenturnya teknis.
Sirra enggan mengungkapkan poin-poin yang hendak diungkapkan Mulyana. Ia hanya menjamin, rilis yang menurut dia dibuat oleh Mulyana dan dikoordinasikan dengan penasihat hukum itu akan panjang.
Tentang kemungkinan Mulyana mencabut sejumlah keterangan, berkaitan dengan pemeriksaan pada Jumat (8/4) malam ketika ia ditangkap hingga Sabtu (9/4) dinihari, Sirra menyatakan, kliennya itu belum berkonsultasi dengannya. Namun, ia mengakui, akan ada perubahan keterangan pada berita acara pemeriksaan.
Amir Daulay, teman aktivis Mulyana, mengatakan, besok mantan ketua Komite Independen Pemantau Pemilu itu akan menjelaskan bahwa pemeriksaan seusai penangkapan dilakukan dalam tekanan. Mulyana juga tidak didampingi pengacara. "Secara mental dia tertekan," ujarnya.
Sekarang Mulyana sudah mulai sehat tidak tertekan lagi seperti kemarin karena sebagian besar keterangan yang diberikan saat penyelidikan pertama pada Jumat malam itu, sebagaian besar keterangannya tidak benar. "Ia tertekan karena merasa tidak enak dengan hasil pemeriksaan itu, " tuturnya.
Sementara itu, Firman Jaya Daeli, Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Pusat PDI Perjuangan, mengaku mendukung kerja Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun ia meminta KPK tidak berhenti pada kasus dugaan penyuapan oleh Mulyana. Menurut dia, masih ada kasus kejahatan yang lebih besar yaitu korupsi. Badriah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|