|
Nasional
Trah Gus Dur Diimbau Tak Pimpin PKB
Kamis, 14 April 2005 | 20:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Adhie Masardi, mantan juru bicara Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurahman Wahid berpendapat sebaiknya yang memimpin PKB ke depan adalah orang yang tidak bertalian darah dengan Abdurrahman. Dia khawatir hubungan kekerabatan itu akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan aspirasi partai.
Selain itu, di lapangan pihak keluarga sering merasa mendapat mandat dari Abdurrahman alias Gus Dur. Padahal, kata mantan wartawan itu, Gus Dur pribadi tidak menyukai nepotisme. "Saifullah (Yusuf) dan Muhaimin (Iskandar) sebaiknya tidak mencalonkan diri," imbaunya kepada pers, Kamis (14/3).
Adhie menilai Saifullah memiliki perhatian untuk membesarkan partai, sehingga akan menyambut imbauan itu. "Jadi mungkin mau mundur," lanjutnya. Sebaliknya, Muhaimin kecil kemungkinan akan bersikap serupa.
Soal kandidat di luar keluarga Gus Dur yang dinilai pantas untuk memimpin PKB dan berpotensi dapat membesarkan partai, Adhie menyebut nama, Machfud M.D, Khofifah Indar Parawansa, dan Ali Masykur Musa. Ia menilai Machfud sebagai politisi yang berpengalaman, bersih, dan jujur. Sosok Khofifah pun, menurutnya sudah teruji sebagai politisi perempuan. Begitu pula dengan Ali yang memiliki wawasan kebangsaan luas. Harun Mahbub
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|