|
Nasional
Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
Jum'at, 15 April 2005 | 15:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan bahwa perairan Ambalat adalah milik Indonesia. Meskipun sudah berdiplomasi dan berbicara beberapa kali dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi, kata Presiden, Indonesia tidak akan mengorbankan kedaulatan, hak, dan wilayah nasionalnya.
“Saya sudah menginjak perbatasan, berlayar dengan kapal perang, dan naluri saya sebagai militer, saya tahu persis batas-batas negara kita pos-pos Angkatan Laut dan Marinir,” ungkapnya di depan peserta kursus reguler Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Jum’at (15/4).
Senada dengan presiden, Gubernur Lemhanas, Ermaya Suradinata mengungkapkan Ambalat tetap wilayah Indonesia. Karena itu pemerintah disarankan melakukan cara apapun untuk mempertahankannya. “Tetap melakukan dialog yang baik, tetapi intinya tetap mempertahankan,” ujarnya.
Lemhanas, tambahnya, sudah membuat perhitungan dengan adagium hukum yang berlaku secara internasional maupun nasional. Lemhanas juga sudah membuat kajian secara matang untuk menunjukkan Ambalat bagian dari Negara Kesatuan RI yang tidak bisa digugat bangsa manapun. “Kita bisa lakukan penyelesaian secara damai tapi tetap berpirnsip tidak melepas sejengkalpun,” tandasnya.Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|