Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jusuf Kalla : Tidak Ada Berbicara Merdeka
Jum'at, 15 April 2005 | 19:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gerakan Aceh Merdeka, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, sudah menyetujui pembicaraaan pada pertemuan ketiga di Helsinki hanya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jusuf Kalla, usai shalat Jumat, menyatakan, sudah mendapat laporan bahwa pembicaraan antara kedua delegasi pada hari ketiga sudah memasuki substansi pembicaraan. "Nanti dari substansi itu kita akan mempunyai suatu point of understanding, kesepahaman,"ujarnya.

Kesepahaman itu akan disampaikan ke pemerintah untuk dipelajari. Menurut Kalla, ada 6 point yang harus disepakati kedua delegasi, walaupun belum semuanya disepakati, sudah ada kemajuan yang baik yaitu kedua delegasi secepat mungkin melakukan pembicaraan dalam kerangka NKRI. "Tidak ada berbicara merdeka,"ujarnya.

Mengenai tawaran self government atau pemerintahan sendiri oleh GAM di Aceh, menurut Jusuf Kalla, pemerintah RI dan GAM akan membicarakan teknis pelaksanaannya. Termasuk tawaran otonomi khusus dari pemerintah RI. "Tuntutan mengenai otonomi khusus sebenarnya sudah dilaksanakan, tetapi memang masih perlu rumusan yang baik agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda dari kedua pihak,"katanya.

Jusuf Kalla membantah permintaan kompensasi ekonomi oleh GAM ke pemerintah RI. "Yang sebenarnya, mengenai pengaturan-pengaturan ke depan ekonomi di Aceh,"katanya. Jusuf Kalla, pada saat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada era Presiden Magawati Sukarnoputri, pernah bertemua secara diam-diam dengan petinggi GAM di Malaysia.

Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tidak akan mengkontrakkan atau menegosiasikan masalah nasional. NKRI tetap tegak utuh, tidak ada kompromi untuk gerakan yang mengarah pada disintegrasi nasional. Keamanan dalam negeri, harus tetap terpelihara, diantaranya dengan menghentikan kelompok separatis bersenjata. "Tapi jangan lengah, kita harus kawal proses rekonsiliasi dan normalisasi,"katanya. Presiden juga berjanji akan tetap menyelesaikan masalah Aceh secara tegas.

Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Bendera Gerakan Aceh Merdeka / GAM setelah diturunkan di Sarinah, Jakarta 28 Juli 2000 [TEMPO / M. Safir Makki; 30d/495/2000; 2000/08/25]. Papan nama di bekas kantor Dirjen RTF (Radio Televisi Film) yang dicoret-coret oleh anggota GAM dengan tulisan
Aceh
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jefrey Sach Diundang Tanggulangi Kemiskinan
Pejabat Jadi Tersangka Akan Dinonaktifkan
Presiden Ingin Naikkan Gaji PNS
Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
GAM Berharap Perundingan Mencapai Hasil Positif
RI-Timor Leste Sepakati Perjanjian Perbatasan
Presiden Yudhoyono Beri Penghormatan Kepada Paus di Dili
Kalla: Evakuasi di Nias Selesai Dalam 1-2 Hari
Jusuf Kalla: Kesulitan Evakuasi Karena Alat Berat Minim
Presiden Pilih Mobil Jepang Untuk Kendaraan Dinas
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Pemeriksaan Hasan Tiro
Bersemilah Damai di Aceh
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
Inpres RI nomor 7 Tahun 2001 Tentang Langkah - Langkah Komprehensif Dalam Rangka Penyelesaian Masalah Aceh
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Gerakan Aceh Merdeka


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data