Alwi: Saifullah Mundur Karena Menuruti Ulama

Senin, 18 April 2005 | 16:41 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang: Saifullah Yusuf dipastikan mundur dari pencalonan ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa pada Muktamar ke-II partai itu di Semarang. Alwi Shihab, ketua umum nonaktif, menyampaikan hal itu kepada wartawan seusai menerima perintah dari sejumlah ulama guna menggelar muktamar "tandingan" karena menganggap Muktamar II cacat hukum.

"Yang saya ketahui, dia (Saifullah Yusuf) tidak akan maju, karena akan bertentangan dengan kesepakatan ulama," kata Alwi di Balai Diklat Provinsi Jateng, Semarang, Senin (18/4). "Dia bersama saya, telah menyatakan komitmen untuk menaati kesepakatan ulama dan mematuhi perintah para ulama."

Sejumlah ulama yang dikenal pro Alwi Shihab dan Saifullah sebelumnya menyatakan bahwa Muktamar II bertentangan dengan AD/ART partai. Karenanya, mereka memerintahkan kepada Alwi dan Saifullah untuk mengembalikan kepengurusan PKB sesuai dengan hasil Muktamar Luar Biasa di Yogyakarta, 2000 lalu.

"Kalau Saifullah mencalonkan diri, berarti dia melanggar kesepakatan ini dan melanggar perintah kiai," kata Alwi, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Kabinet Susilo Bambang Yudhoyono.


Ditanya, apakah perintah menggelar Muktamar II dari para ulama tersebut sama dengan pembentukan partai baru atau Muktamar tandingan? "Ini adalah Muktamar II yang benar, bukan Muktamar tandingan. Partai kita ya tetap PKB," jawabnya. Sohirin/Anas Syahirul






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: