Kayu Impor Untuk Aceh Harus Dikoordinasikan Dengan Menhut

Selasa, 19 April 2005 | 13:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyatakan impor kayu untuk rekonstruksi di wilayah Nanggore Aceh Darussalam (NAD) harus dikoordinasikan dengan Menteri Kehutanan, M.S. Kaban. "Harus koordinasi dengan Menhut. Ada aturan-aturannya, apalagi saat ini Menhut sedang memberantas illegal logging," kata Bachtiar seusai jumpa pers bersama aktor Hong Kong Jackie Chan dan kawan-kawan di Departemen Sosial, Selasa (19/4).

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur NAD, Azwar Abu Bakar berniat melakukan kampanye untuk memperoleh bantuan kayu dari beberapa negara sahabat. Tujuannya, agar hutan Aceh yang masih tersisa pascatsunami tidak terganggu.

Dibantu LSM Greenomics, Azwar akan berkampanye ke empat negara dalam waktu enam sampai 12 bulan. Pada tahap pertama, target diharapkan dapat mencapai 1,2 juta meter kubik kayu. "Yang dibutuhkan untuk rekonstruksi sekitar delapan juta meter kubik," kata Direktur Eksekutif Greenomics, Elfian Effendi kepada Tempo beberapa waktu lalu.

Rencana Azwar tersebut telah disetujui Menko Kesra Alwi Shihab. Menurut Elfian, Alwi telah menyurati Menteri Perdagangan agar kelak memberikan dispensasi tarif dan nontarif terhadap kayu-kayu impor itu.

Namun, Bachtiar sepertinya kurang mengikuti perkembangan soal tersebut. Ketika ditanya apakah kayu impor memang diperlukan untuk rekonstruksi Aceh, ia menukas "Kami belum menghitungnya." Ami Afriatni

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :