Alwi-Saifullah Bantah Pemerintah Campur Tangan Dalam Muktamar PKB

Selasa, 19 April 2005 | 14:12 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf membantah pemerintah telah campur tangan dalam Muktamar II Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Semarang, 16-18 April. Keduanya juga membantah adanya titipan ‘pesan khusus’ dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya kira itu anggapan yang tidak beralasan,” kata Alwi Shihab di penginapannya, Selasa (19/4).

Menurut Saifullah kehadiran mereka berdua di arena muktamar dalam kapasitasnya sebagai kader PKB. “Saya dan Pak Alwi itu masih pengurus yang sah karena belum ada pemberhentian, jadi kami punya kewajiban datang kesini. Tapi yang terjadi kami dilarang masuk ke muktamar,” paparnya.

Saat memberikan pidato penutupan, Selasa (19/4) dini hari, Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrahman Wahid menyebut ada campur tangan pemerintah dalam muktamar.
”Muktamar kita ini telah diganggu orang. Yang ganggu itu ya lewat dua orang menteri. Tampaknya ada yang ketakutan kalau PKB jadi besar dan kokoh,” katanya.

Alwi dan Saifullah menyatakan heran dengan tuduhan tersebut. Keduanya justru merasa sebagai pihak yang didholimi, karena sebagai pengurus yang sah justru tak diizinkan mengikuti muktamar.

Gugatan mereka atas legalitas muktamar, kata Alwi, bukan karena campur tangan pemerintah. Namun, keduanya berupaya meluruskan etika dan aturan berpartai. Anas Syahirul dan Sohirin

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :