BIN Minta TPF Munir Hanya Ajukan Pertanyaan Tertulis
Selasa, 19 April 2005 | 14:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Intelijen Negara (BIN) meminta Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis HAM Munir hanya mengajukan pertanyaan tertulis kepada pihak-pihak yang akan diperiksa. Alasannya, agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Hal itu, menurut Asmara Nababan, Wakil Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) tertuang dalam koreksi draf kerjasama antara TPF dan BIN. Namun, TPF menolak keinginan tersebut. "TPF maunya pertanyaan langsung saja agar lebih efektif," ujar Asmara di kantor Kontras, Selasa (19/4).
Sebelumnya, TPF mengajukan draft kerjasama pada BIN untuk memberi bantuan mengungkap kasus Munir. Draft tersebut dikembalikan oleh BIN dengan sejumlah koreksi seperti hal tersebut.
Selain itu, kata Asmara, dalam koreksi draf, BIN juga meminta agar TPF melakukan pemeriksaan di markas besar BIN. Sedangkan TPF menghendaki pemeriksaan dilakukan di Sekretariat TPF, gedung Komnas Perempuan. Astri Wahyuni





