Kedutaan Besar India Didemo
Rabu, 20 April 2005 | 17:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan korban tindak kekerasan HAM, korban kerusuhan Mei, dan aktivis dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar India, Rabu (20/04).
Hal itu sebagai wujud solidaritas terhadap aksi kelompok masyarakat sipil di negara bagian Jammu, Kashmir, India, hari ini. Di negeri sungai Gangga itu, 20 April diperingati sebagai hari meninggalnya aktivis HAM dan perdamaian yang sangat gigih, Aasiya Jeelani. Dia tewas terkena ranjau darat. pada 2004.
Menurut Mugiyanto, anggota AFAD (Asian Federation Against Involuntary Disappearances) sekaligus Ketua IKOHI, semua kegiatan ini adalah bagian dari gerakan untuk menentukan nasib sendiri. Menurut kelompok masyarakat sipil di Kashmir, gerakan tersebut merupakan inisiatif murni penyelesaian konflik bersenjata dan kasus-kasus pelanggaran HAM di Kashmir.
“Hari ini di Kashmir juga ada aksi, besok, AFAD akan meletakan batu pertama monumen peringatan orang hilang Kashmir di Ibukota Sinagar,”ujarnya. Utomo Tri Rahasto





