KAA Diawali Mengheningkan Cipta Untuk Korban Tsunami
Jum'at, 22 April 2005 | 11:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Konferensi Asia Afrika (KAA) ke dua, resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Sidang Jakarta. Acara didahului dengan mengheningkan cipta mengenang para korban tragedi tsunami yang melanda sejumlan negara di Asia.
Dalam pidato sambutannya, Yudhoyono menyatakan kalau saat ini bangsa-bangsa di Asia-Afrika sudah dapat berdiri setara dengan bangsa-bangsa di benua lain. Salah satu indikasinya, jika pada KAA 1955 hanya dihadiri 29 negara, masing-masing 3 negara Afrika, 26 Asia dan Timur Tengah, kali ini KAA dihadiri oleh 106 negara di kawasan Asia Afrika yang telah merdeka.
Tujuan KAA kali ini adalah untuk menjembatani hubungan Asia-Afrika, agar lebih baik ke depannya. "Pertemuan hari ini tujuannya untuk membangun hubungan baru negara-negara di Asia-Afrika dan Samudera Hindia," ujarnya.
Yudhoyono juga menegaskan jika tantangan yang dihadapi Asia -Afirka saat ini bukan untuk konfrontasi dengan negara lain, tapi bagaimana membangun kekuatan untuk saling berhubungan. "Asia-Afrika harus membangun hubungan yang baik diantara negara-negara di kawsan tersebut. Selain itu, juga harus membangun hubungan dengan dunia internasional dan regional," ujarnya.
Pada bagian lain, Presiden Yudhoyono mengungkapkan bahwa saat ini negara-negara di Asia-Afrika menghadapi begitu banyak persoalan sosial. Tetapi permasalahan terpenting adalah memerangi kemiskinan di kawasan ini. Ia menyebut Afrika sebagai satu-satunya benua yang tingkat kemiskinannya terus meningkat secara cepat. Sekitar 40 persen penduduk di benua itu, pendapatanya kurang dari AS$ 1 dolar per hari. Begitup pula dengan Asia yang memiliki kantong-kantong kemiskinan.
Duduk di deretan meja pimpinan, selain Yudhoyono adalah Presiden Afrika Selata Thabo Mbeki, dan Sekjen Kofi Annan sebagai tamu kehormatan. Yudha Setiawan





