Insiden di Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Jum'at, 22 April 2005 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif, Belu:Komandan Pos Pasukan Pengamanan Perbatasan (Paspamtas) Indonesia-Timor Leste di Markir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Letnan Satu Artileri Tedy Setyawan dari Batalyon Artileri Medan-8/Kostrad tertembak dan mengalami luka serius di bagian paha setelah diserang sekelompok warga bersenjata dari Timor Leste, Kamis (21/4) pukul 08.45 WITA.
Insiden penembakan itu bermula saat pasukan TNI yang bertugas mengamankan wilayah perbatasan kedua negara melakukan patroli dan menemukan sekelompok warga berjumlah kurang lebih sembilan orang, satu diantaranya wanita melakukan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM). Komandan Satuan Tugas Paspamtas Letnan Kolonel Yul. Aviandi yang dihubungi di Atambua, Jumat (22/4) menyatakan, insiden itu terjadi ketika warga asal Timor Leste itu memasuki wilayah teritori RI tanpa dokuen resmi di sepanjang daerah aliran sungai Malibaca, yang berbatasan langsung Distrik Bobonaro, Timor Leste.
"Ketika prajurit TNI mendekati para penyelundup, dan berusaha menghadang, tiba-tiba terdengar teriakan dari seorang perempuan menggunakan bahasa Tetun (Bahasa Nasional Timor Leste) dan tiga rekannya melakukan perlawanan dengan cara melempar prajurit TNI dan penyelundup yang lain mengancam dengan parang,"kata Kolonel Aviandi. Saat bersamaan, terdengar tembakan dari wilayah Timor Leste dan menembus paha bagian kiri Komandan Pos Markir, Lettu Art. Tedy Setyawan.
Korban penembakan sudah dievakuasi ke Kupang untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta guna mendapat perawatan lebih intensif. Kejadian tersebut, mendapat tanggapan serius dari pemerintah Timor Leste khususnya PM Mari Al Katiri. "Kami diminta untuk bertemu di perbatasan agar membahas insiden itu, tetapi kami menolak bertemu pejabat Timor Leste karena masih harus meninjau dan melakukan olah TKP karena insiden itu terjadi di dalam wilayah RI,"katanya. TNI akan terus melakukan penamanan secara lebih ketat di wilayah perbatasan tempat terjadinya kontak senjata itu.
Jems de Fortuna






Komentar Anda :