|
Nasional
'Tembak Ditempat Pelaku Penyelundupan di Perbatasan'
Sabtu, 23 April 2005 | 14:48 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang/Staf ahli Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Brigjen TNI Moeswarno Moesanip menilai, insiden penembakan terhadap Pasukan Pengamanan Perbatasan (Paspamtas) oleh kelompok penyelundup di wilayah perbatasan RI-Timor Leste sebagai perbuatan biadab dan tidak bisa ditolerir.
Karena itu, prajurit TNI harus berani menindak tegas mereka, dan bila perlu tembak di tempat. Aksi para penyelundup, baik dari Timor Barat maupun Timor Leste, kata Moesanip, sudah sangat meresahkan dan saat ini waktunya untuk melumpuhkan jaringan maupun aktivitas mereka.
“Tidak ada pilihan lain. Tindak tegas para penyelundup dan bila perlu tembak ditempat karena tindakan menyerang aparat sudah sangat keterlaluan dan tiba bisa diterima dengan akan sehat,” tegasnya melalui saluran telepon, Sabtu (23/4).
Sementara itu, Dansatgas Pamtas, Kolonel Art. Yul Avianto, yang dihubungi di Atambua mengatakan bahwa peluru yang digunakan oleh para penyelundup termasuk peluru tajam. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan, siapa pemilik peluru tersebut.
“Dari hasil analisa sementara di TKP, kuat kemungkinan penembakan berasal dari wilayah Timor Leste,” kata Avianto.
Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kolonel Inf. Amir Hamka Manan menambahkan, bahwa peluru yang menembus paha kiri perwira TNI dari Batalyon Arteleri Medan 8/Udara Yudha Kostrad tersebut berasal dari senjata laras panjang.
Seperti diketahui, dalam insiden yang terjadi Kamis (21/4) itu, Komandan Pos Satgas Pamtas Dilumil, Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Lettu Budi Setiawan menjadi korban. Sesaat setelah insiden, para pelaku melarikan diri ke wilayah Timor Leste melewati sungai Malibaca. Sedangkan Lettu Budi Setiawan yang sudah terkapar menyelamatkan diri dengan cara menyembunyikan diri didalam semak belukar. Jem’s de fortuna
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|